Kondisi dokter di Long Layu, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) yang memprihatinkan belakangan menjadi sorotan. DPRD Nunukan mendesak penambahan tenaga medis serta anggarannya.
Anggota Komisi III DPRD Nunukan, Gad Khaleb, menegaskan pihaknya terus mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan penambahan tenaga kesehatan, khususnya dokter, guna mengisi kekosongan di sejumlah Puskesmas wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
Meski demikian, Gad mengakui bahwa upaya tersebut kerap terkendala masalah klasik, yakni minimnya anggaran untuk tunjangan kesejahteraan. Hal ini membuat rekrutmen dokter untuk wilayah perbatasan menjadi sangat sulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPRD selalu mendesak agar ada penambahan tenaga, tapi selalu mentok di alasan tunjangan dan isolasi wilayah. Sekarang OPD teknis sudah evaluasi, bahkan Menteri Kesehatan juga punya program insentif khusus dokter spesialis di daerah 3T," kata Gad kepada detikKalimantan, Selasa (27/1/2026).
Dalam kasus dokter berinisial OI di Puskesmas Long Layu, Gad menjelaskan bahwa dia berstatus pegawai kontrak, bukan pegawai negeri atau honorer tetap daerah. OI sudah memohon berhenti sejak tahun lalu, namun belum adanya penggantinya.
"Sejak tahun lalu, yang bersangkutan sebenarnya sudah memohon untuk mengakhiri kontrak. Tetapi karena belum ada pengganti, maka pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan meminta ia untuk bertahan. Sampai saat ini Dinkes belum dapat penggantinya," ujarnya.
Di sisi lain, legislator asal Krayan ini juga meminta masyarakat untuk bersikap bijak dan objektif. Ia berharap warga tidak terburu-buru menghakimi tenaga kesehatan yang ada di media sosial, mengingat mereka bekerja dengan beban berat dan fasilitas terbatas.
"Pahami keadaan dan kondisi di sana. Poin saya, jangan terlalu cepat menghakimi si A atau si B tidak baik. Jika ada keluhan, sampaikan lewat mekanisme yang ada, bisa ke Kepala Pustu, Camat, Kadis, atau kepada kami di DPRD," imbaunya.
Ia berharap masyarakat setempat dapat menjaga dan membuat nyaman para abdi negara yang bertugas, agar mereka betah melayani di tengah keterbatasan fasilitas.
"Kita berharap mereka bekerja maksimal, tapi di pihak lain masyarakat juga harus menjaga mereka agar merasa nyaman dan mencintai daerah sana. Hanya dengan begitu mereka bisa semangat melayani," pungkasnya.
