Peran Penting Konektivitas Digital untuk Dorong Sektor Pertanian

Peran Penting Konektivitas Digital untuk Dorong Sektor Pertanian

Dea Duta Aulia - detikKalimantan
Selasa, 27 Jan 2026 09:00 WIB
Teknisi Base Transceiver Station (BTS) BAKTI Komdigi, Achmad Nivan Adi Santoso, melakukan pekerjaan di Wawonii, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.
Foto: Rafida Fauzia
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan bakal terus mendukung konektivitas digital di berbagai sektor termasuk pertanian. Langkah itu agar sektor tersebut bisa naik kelas melalui transformasi pertanian.

"Teknologi baru itu tidak hanya mengawang, tapi harus membumi. Internet of Things (IoT) dan kecerdasan artifisial (AI) adalah teknologi-teknologi baru yang harus kita manfaatkan agar berdampak langsung terhadap produktivitas masyarakat," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dikutip dari website Komdigi, Senin (26/1/2026).

Dia mengatakan salah satu alat yang digunakan dalam program Tani Digital adalah IoT Smart Precision Agriculture System, inovasi lokal buatan anak bangsa yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi kita lihat produktivitasnya naik, sementara untuk penggunaan pupuk penurunannya sampai 50 persen, kemudian juga penurunan emisi karbon dan polusi air dengan penggunaan pupuk berlebih juga menjadi turun," ungkapnya.

Sementara itu, dikutip dari website BRIN, peneliti IPB Dhani Satria Wibaya mengakui teknologi sangat dibutuhkan di sektor agroindustri. Apalagi saat ini, tantangan global membuat banyak negara harus memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian guna menjaga ketahanan pangan mereka.

Dia mengatakan ada tiga poin utama, pertama ada tantangan global yang meliputi populasi dunia dan perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan. Kedua, ada solusi digital meliputi presisi dan efisiensi teknologi seperti IoT dan AI memungkinkan penggunaan sumber daya secara optimal.

Ketiga, ada agroindustri cerdas yang tidak hanya otomasi tetapi juga integrasi data lintas sektor (rantai pasok, logistik, pemasaran).

"Konsep Agroindustri Cerdas meliputi empat pilar utama yaitu Iot dan Sensor, Big Data dan AI, Robotika dan Otomasi, serta Blockchain," ujar Dhani.

Dhani menjelaskan otomasi adalah kunci menuju agroindustri cerdas yang efisien dan berkelanjutan. Otomasi berperan dalam agroindustri untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya tenaga kerja, mempercepat proses produksi, dan memastikan konsistensi kualitas hasil pertanian.

"Contoh studi kasus pada Smart Algae Pond menjadi bukti nyata bahwa integrasi IoT dan kontrol otomatis mampu meningkatkan produktivitas biomassa hingga 30% dengan efisiensi biaya tenaga kerja," jelas Dhani.

Peran Masyarakat Dorong Konektivitas Digital RI

Upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital di Indonesia tentunya tak dapat berjalan optimal tanpa peran aktif masyarakat. Untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung konektivitas digital, detikcom mengundang masyarakat untuk mengajukan tokoh individu, komunitas, dan lembaga inspiratif dalam acara 'Apresiasi Konektivitas Digital'.

Apresiasi Konektivitas Digital merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada segenap insan, meliputi individu, komunitas, atau lembaga yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.

Lewat penghargaan ini, detikcom akan menyoroti berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi para tokoh dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri. Selain sebagai bentuk apresiasi, 'Apresiasi Konektivitas Digital' juga memaparkan bukti upaya BAKTI Komdigi sebagai pelaksana program USO di Indonesia.

Cara Ajukan Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital

Masyarakat bisa berpartisipasi dalam mendorong perluasan konektivitas digital dengan memberikan penghargaan kepada para tokoh yang telah berkontribusi mengerahkan pikiran dan tenaganya untuk memperluas jangkauan telekomunikasi di Tanah Air.

Caranya, cukup ajukan nama individu, komunitas, atau lembaga melalui detik.com/apresiasikonektivitasdigital. Anda dapat mengusulkan nama individu, komunitas, atau lembaga yang dinilai berkontribusi nyata dalam membuka akses teknologi dan informasi, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Form dapat diisi dengan data diri dan kategori nominasi yang sesuai untuk mendukung proses seleksi penerima penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital di laman ini. Adapun form dapat diisi mulai dari 15 November - 28 Februari 2026.

Melalui ajang ini, diharapkan bisa mendorong lebih banyak kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadirkan akses digital yang merata di seluruh Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin merata, masyarakat di daerah 3T pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di era digital. Dengan demikian, visi Indonesia Emas yang dicanangkan pemerintah juga dapat terwujud.

detikcom sebagai media masif akan menyorot berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri melalui penghargaan 'Apresiasi Konektivitas Digital' yang merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada segenap insan yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.




(akd/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads