Kebakaran menghanguskan 15 rumah dan ruko di kawasan kompleks Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Markus menjelaskan penyebab kebakaran diduga akibat konsleting listrik arus pendek. Pemadaman butuh waktu selama tujuh jam, hingga Senin pagi dini hari.
"Diduga akibat adanya konslet arus pendek. Api sudah bisa dipadamkan tadi malam hingga pagi dini hari," kata Markus kepada detikKalimantan, Senin (26/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam upaya pemadaman, diturunkan hingga 5000 liter air Water Supply. Untuk informasi awal, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polsek Katingan Hilir kini tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Zainal Fahrudin, Lurah Kasongan Lama menerangkan titik kebakaran bermula di Jalan Bungai RT.007 RW.004, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir. Api diduga berasal dari salah satu warung di kompleks tersebut.
Angin kencang membuat kebakaran merambat dengan cepat. Kondisi angin kencang, banyaknya sampah di sekitar dan padatnya penduduk membuat api merambat ke cepat hingga menghanguskan bangunan ruko dan rumah warga.
374 Jiwa Terdampak
Kebakaran di Pasar Kasongan Katingan Kalteng, 15 Bangunan Hangus. (Istimewa) |
Zainal menyebut kebakaran berdampak pada 374 jiwa. Ada dua gedung sekolah yakni MTS dan MIN Al Badar Kasongan yang terletak di dekat TKP, yang ikut terdampak. Tidak hanya warga, tetapi juga 301 siswa yang bersekolah pun terganggu kegiatan belajar mengajarnya.
"Ada 73 orang dari 22 Kepala Keluarga yang terdampak akibat peristiwa kebakaran. Lalu ada 209 siswa dari MIN Al Badar dan 92 siswa dari MTS Al Badar," ungkapnya.
Para warga yang terdampak kini telah mendapat penanganan dan bantuan awal. Beberapa warga ada yang mengungsi ke rumah keluarga di sekitar.
"Untuk saat ini warga ada yang tinggal di rumah keluarganya yang lain, menginap di sana. Kami dari kelurahan ada juga mendirikan Posko Induk, dari BPBD ada Tenda Darurat juga," kata Zainal.
"Untuk Siswa MIN (MIN 1) akan dipindahkan proses belajarnya dengan MIN 2 Al Badar. Yang MTS nantinya akan menggunakan Madrasah Aiyah Al Badar, sedangkan aliyahnya akan memakai ruangan bekas aula kantor camat," lanjutnya.
Kini, Zainal menyebut kondisi api telah berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi kejadian telah terkendali. Aparatur kelurahan bersama pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta memberikan bantuan awal kepada warga terdampak.
(aau/aau)

