PM Kanada Geram gegara Sesumbar Trump

Internasional

PM Kanada Geram gegara Sesumbar Trump

Novi Christiastuti - detikKalimantan
Jumat, 23 Jan 2026 16:01 WIB
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 22: Canadian Prime Minister Mark Carney speaks at a United Nations (UN) General Assembly meeting organized by France and Saudi Arabia in support of a two-state solution between Palestine and Israel as world leaders arrive for the 80th session of the UNs General Assembly (UNGA) on September 22, 2025 in New York City. France is expected to be the latest country to recognize the state of Palestine. Israel and the United States will boycott the summit. This years theme for the annual global meeting is: Better together: 80 years and more for peace, development and human rights. Gaza and Ukraine are just two of the global emergencies that world leaders will look to address.   Spencer Platt/Getty Images/AFP (Photo by SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Foto: PM Kanada Mark Carney (Getty Images via AFP/SPENCER PLATT)
Ottawa -

Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney dibikin geram oleh sesumbar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump menyebut Kanada bisa bertahan hidup berkat AS.

Pernyataan Trump disampaikan dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Kedua pimpinan negara itu pun saling balas hingga terjadi perdebatan sengit di media.

Merespons pernyataan Trump, Carney dalam pidato nasional di Quebec City menjelang sesi legislatif baru, seperti dilansir AFP, Jumat (23/1/2026), menolak klaim tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kita adalah orang Kanada," tegas Carney dalam pidatonya.

Meski demikian, dia mengakui adanya "kemitraan luar biasa" antara kedua negara.

Kemudian Trump tampak membalas omongan terbaru Carney itu lewat postingan Truth Social pada Kamis (22/1), yang isinya mengumumkan penarikan kembali undangan bagi Kanada untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian.

Perdebatan retorika antara Trump dan Carney ini menggarisbawahi meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang bersekutu dan bertetangga ini.

Pidato Carney, yang menuai banyak pujian dan menjadi pemberitaan utama dunia, secara luas dipandang sebagai referensi terhadap pengaruh Trump yang mengganggu urusan internasional, meskipun dia tidak menyebut nama.

Di hadapan pemimpin dunia di Davos, Carney menyebut negara-negara kekuatan menengah, seperti Kanada, yang telah makmur melalui era "hegemoni Amerika" perlu menyadari bahwa realitas baru telah muncul, dan bahwa "kepatuhan" tidak akan melindungi mereka dari agresi kekuatan besar.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads