Buntut Insiden Emak-emak Diterkam, Buaya 2 Meter di Tarakan Ditangkap Satpol PP

Buntut Insiden Emak-emak Diterkam, Buaya 2 Meter di Tarakan Ditangkap Satpol PP

Oktavian Balang - detikKalimantan
Rabu, 21 Jan 2026 11:30 WIB
Buaya 2 meter ditangkap Satpol PP dan PMK di Tarakan buntut insiden emak-emak diterkam.
Buaya 2 meter ditangkap Satpol PP dan PMK di Tarakan buntut insiden emak-emak diterkam. Foto: Dok. Satpol PP Tarakan
Tarakan -

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan menangkap seekor buaya di kawasan Embung Persemaian, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penangkapan ini dilakukan sebagai tindak lanjut pascainsiden seorang ibu rumah tangga yang diterkam saat mencari pakan ternak di lokasi tersebut.

Kepala Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Sofyan, mengungkapkan bahwa operasi ini merupakan hasil koordinasi antara OPD terkait, TNI, Polri, dan tim penangkaran buaya. Predator tersebut berhasil dipancing menggunakan umpan ayam hidup.

"Menurut informasi, reptil ini ada lebih satu. Namun demikian kita sudah berupaya melakukan pemancingan. Sekitar pukul 06.30 Wita, buaya ini memakan pancing yang disiapkan teman-teman penangkaran," ujar Sofyan kepada awak media di lokasi, Rabu (21/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan menjelaskan buaya yang ditangkap diperkirakan memiliki panjang sekitar 2 meter dengan diameter 30 cm dan diidentifikasi sebagai jenis buaya laut. Proses evakuasi berlangsung cukup tegang karena hewan buas tersebut memberikan perlawanan agresif.

"Saat ditangkap buayanya melakukan perlawanan. Bahkan saat dalam kondisi terikat, buaya tersebut tampak menyimpan tenaga yang ia siapkan untuk bergerak lagi," jelasnya.

Meski satu ekor telah diamankan, Sofyan belum dapat memastikan apakah buaya tersebut adalah menyerang warga sebelumnya. Pihaknya menduga masih ada kawanan buaya lain di dalam embung. Hal ini diperkuat dengan pantauan visual petugas pada malam sebelumnya.

"Kami belum bisa pastikan dan prediksi bahwa buaya tersebut yang menyerang warga. Tapi yang jelas, dari pantauan masyarakat tadi malam, masih terpantau beberapa mata merah," ungkap Sofyan.

Hingga saat ini, petugas masih menyebar pancing di sekitar lokasi untuk menangkap sisa buaya yang berkeliaran. Sofyan dengan tegas mengimbau masyarakat untuk menjauhi area waduk sampai situasi dinyatakan benar-benar aman.

"Sebelumnya kami sudah melakukan 4-5 kali pemancingan. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati area embung hingga disampaikan pernyataan resmi kondisi area ini dinyatakan aman," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden penyerangan buaya terjadi pada Senin (19/1) sekitar pukul 15.15 Wita. Seorang ibu paruh baya diterkam saat beraktivitas di pinggir Waduk Persemaian. Korban berhasil diselamatkan oleh personel Polres Tarakan meski mengalami luka serius akibat gigitan predator tersebut.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads