Kata Istana Soal Thomas Djiwandono Diusulkan Masuk BI

Nasional

Kata Istana Soal Thomas Djiwandono Diusulkan Masuk BI

Herdi Alif Al Hikam - detikKalimantan
Senin, 19 Jan 2026 18:30 WIB
Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono
Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono/Foto: Shafira Cendra Arini/detikcom
Balikpapan -

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono diisukan masuk Bank Indonesia (BI). Thomas disebut akan mengisi salah satu posisi deputi gubernur di BI.

Dikutip detikFinance, Thomas selama ini dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia merupakan salah satu keponakan Prabowo.

Thomas juga sempat menempati posisi penting di Partai Gerindra. Lebih lanjut, Thomas diangkat menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak 18 Juli 2024 di kabinet Indonesia Maju. Kemudian tugasnya dilanjutkan di Kabinet Merah Putih yang mulai berkuasa sejak Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara soal isu masuknya Thomas ke BI. Prasetyo mengatakan sejauh ini, salah satu kursi deputi gubernur di bank sentral akan kosong karena pejabat di sana mengundurkan diri.

Diketahui, yang mengundurkan diri adalah Juda Agung. Nah pemerintah melakukan pengajuan nama-nama untuk disetor ke DPR dalam rangka fit and proper test pengganti Juda.

Menurut Prasetyo, ada 3 nama yang akan diusulkan, salah satunya adalah Thomas Djiwandono untuk menggantikan Juda Agung. Prosesnya akan dimulai dengan pengiriman Surat Presiden.

"Jadi begini, sebelum menyebut nama salah satu, berkenaan dengan Deputi Gubernur BI, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu deputi gubernur yang kemudian sesuai dengan ketentuan peraturan berlaku harus dilakukan proses mengisi jabatan yang ditinggalkan," beber Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

"Yang ini kemudian dilanjutkan dengan presiden kirim surpres ke DPR karena proses pemilihan ada di DPR melalui uji kompetensi atau fit and proper test. Ada beberapa nama dan yang salah satu nama yang diusulkan memang Pak Wamenkeu Tommy (Thomas Djiwandono)," lanjutnya.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads