Ressa Ngaku Pernah Jadi Sopir Pribadi Ibu Denada, Dibayar Segini Sebulan!

Regional

Ressa Ngaku Pernah Jadi Sopir Pribadi Ibu Denada, Dibayar Segini Sebulan!

Eka Rimawati - detikKalimantan
Sabtu, 17 Jan 2026 22:00 WIB
Al Ressa Rizky Rossano pemuda Banyuwangi yang mengaku sebagai anak biologis Denada Tambunan.
Al Ressa Rizky Rossano/Foto: Eka Rimawati/detikJatim
Balikpapan -

Al Ressa Rizky Rosano merupakan pemuda yang menggugat Denada agar mengakui statusnya sebagai anak kandung. Ia menegaskan tidak pernah berpangku tangan sehingga menolak dianggap pansos kepada Denada.

Sejak lulus SMA, Ressa mengaku sudah memiliki prinsip bahwa bekerja adalah kewajiban. Bukan hanya satu dua pekerjaan yang pernah ia lakukan. Ressa mengaku kerap mencari penghasilan tambahan dengan membantu pemilik toko berbelanja ke distributor, dan menyuplai barang ke sejumlah toko milik juragannya.

"Bukan hanya jaga toko, jadi sering bantu-bantu belanja beberapa barang yang habis. Dapat ceperan," kata Ressa dengan mata sayu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menceritakan bagaimana dirinya sempat bekerja untuk keluarga Almarhumah Emilia Contessa, penyanyi senior yang merupakan ibu kandung Denada. Ressa mengaku sempat menjadi sopir pribadi di masa kampanye Emilia.

"Saat kampanye dulu, saya pernah jadi supir Bunda Emillia dan sering disuruh-suruh juga dengan Mama demi dapat upah," ujarnya.

Ressa mengungkap saat itu dirinya menerima gaji sebesar Rp 2.500.000 per bulan untuk pekerjaan sebagai sopir pribadi. Cerita itu diungkapkan Ressa saat dirinya menghadiri upaya mediasi dengan Denada di PN Banyuwangi, Kamis (15/1).

Namun proses mediasi dengan Denada masih buntu. Denada menyatakan siap melanjutkan perkara ke meja hijau dan menolak seluruh tuntutan Ressa tentang ganti rugi senilai Rp 7 miliar.

Ressa yang sempat menepi untuk menenangkan diri usai mengetahui banyak warganet yang menuduhnya panjat sosial (pansos) atau sekadar mencari keuntungan, menegaskan dirinya tidak perlu mencari panggung atau keuntungan pribadi dari popularitas Denada.

"Saya tidak perlu itu, saya bukan pansos tapi ini kenyataan hidup yang harus saya lewati," tegas Ressa.

Ressa menegaskan sejak bayi hingga usia 24 tahun tidak pernah menerima sokongan biaya dari Denada, yang ia yakini sebagai ibu kandungnya. Seluruh kebutuhan hidupnya selama ini dipenuhi orang tua yang telah merawatnya.

"Setahu saya, yang saya rasakan, saya tidak pernah menerima apapun dari Mbak Denada. Semua biaya hidup saya dari Mama dan Papa (orang tua yang merawat Ressa), yang mengurus semua kebutuhan saya, setahu saya adalah Papa dan Mama," tutupnya.

Artikel ini sebelumnya tayang di detikJatim dengan judul Cerita Ressa Jadi Sopir Pribadi Keluarga Denada Dibayar Rp 2,5 Juta/Bulan.



(sun/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads