Presiden Prabowo Subianto mengaku tak mau melihat daftar perusahaan-perusahaan yang nakal atau melanggar peraturan. Dia mengaku tak ingin terlibat konflik kepentingan jika melihat daftar tersebut.
Hal ini disampaikan Prabowo saat melakukan panen raya di Karawang, Rabu (7/1/2026). Menurutnya, perusahaan nakal harus disanksi sesuai peraturan oleh penegak hukum.
"Kemarin saya dikasih daftar sekian puluh perusahaan yang melanggar yang mau dicabut izinnya. 'Silakan bapak pelajari,' tapi saya bilang saya nggak mau. Saya nggak mau lihat itu. Karena saya takut ada teman saya di situ. Iya kan, nggak enak. Bisa terpengaruh saya," kata Prabowo, dikutip detikFinance, Rabu (7/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu saya lihat, 'eh ini Gerindra lagi.' Jadi lebih baik saya nggak mau lihat, saya nggak mau tahu," lanjutnya.
Dia lebih memilih semua hal diserahkan saja langsung oleh penegak hukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Pesannya cuma satu, yang melanggar ditindak tanpa pandang bulu.
"Kalau sekarang saya nggak tahu, jadi saya serahkan ke aparat penegak hukum, yang melanggar tindak, sederhana," kata Prabowo.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
