Seekor katak berukuran ujung pensil ditemukan di wilayah Serra do Quiriri, Hutan Atlantik Brasil. Katak mungil ini termasuk dalam kelompok Brachycephalus yang terdiri dari 42 spesies, dan kini bertambah setelah ia masuk ke dalam kategorinya.
Dari 42 spesies yang diketahui, 35 di antaranya baru diketahui sejak tahun 2000. Dikutip detikInet dari IFLScience, katak spesies Brachycephalus lulai itu kemudian dinamai menurut nama Presiden Brasil, Luiz InΓ‘cio Lula da Silva.
Ukurannya boleh kecil, tapi suaranya sangat berisik. Katak mini itu dipastikan sebagai spesies baru melalui analisis genetik, perbedaan morfologi, dan perbedaan suara panggilan kawinnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui penghormatan ini, kami berupaya mendorong perluasan inisiatif konservasi yang berfokus pada Hutan Atlantik secara keseluruhan, dan khususnya pada katak-katak mini endemik Brasil," tulis para penulis dalam studi yang merinci spesies baru tersebut.
Spesies-spesies ini memiliki tingkat variasi yang tinggi, akan tetapi kebanyakan berwarna cerah, termasuk Brachycephalus lulai yang baru ditemukan. Katak ini memiliki kulit berwarna oranye terang.
Wilayah Serra do Quiriri, tempat B. lulai ditemukan, adalah pegunungan di Brasil selatan yang terdiri dari padang rumput tinggi dan hutan awan dengan hutan pegunungan di sepanjang lereng dataran rendah.
Spesimen katak mungil ini telah dikumpulkan dari lapangan dan kemudian dibawa ke laboratorium untuk studi lebih lanjut. Hal ini memungkinkan para peneliti untuk mengambil pengukuran terperinci dan sampel DNA untuk memastikan bahwa yang mereka amati memang spesies baru.
Selain konfirmasi dari hasil genetik, tim tersebut menentukan bahwa itu adalah spesies baru berdasarkan bentuk moncongnya yang bulat, bentuk tubuhnya yang menyerupai bufon, tidak memiliki jari kaki kelima, dan memiliki mata hitam, serta sejumlah faktor lainnya.
Tubuhnya sebagian besar berwarna oranye terang, tetapi spesimen juga ditemukan memiliki bercak-bercak kecil berwarna hijau atau cokelat. Spesies ini juga menunjukkan dimorfisme seksual, dengan betina ditemukan lebih besar daripada jantan.
Tim memperkirakan bahwa spesies baru ini memiliki total wilayah jelajah sekitar 8 km persegi di daerah ini. Walaupun distribusinya kecil, ditunjukkan bahwa spesies ini termasuk dalam kategori Least Concern dalam Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).
