Fenomena unik diprediksi bakal terjadi pada 3 Januari 2026, yakni fenomena Wolf Moon. Ini akan menjadi bulan purnama pertama di tahun 2026.
Mengutip detikEdu, pada 3 Januari besok, Bulan akan berada pada posisi berlawanan dengan Matahari. Sehingga jika dilihat dari Bumi, Bulan akan tampak sangat terang.
Pada masa purnamanya, Wolf Moon akan mencapai fase penuh dan mendekati titik terdekat ke Bumi (perigee). Lantas kenapa disebut Wolf Moon?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman Space, Wolf Moon atau diterjemahkan sebagai Bulan Serigala disematkan kepada fenomena langit ini karena mengingatkan kepada serigala lapar di musim dingin. Januari masih masuk musim dingin dan serigala kerap berebut makanan pada periode tersebut.
Selain Wolf Moon, fenomena ini juga punya nama lain yakni Quiet Moon atau Bulan Tenang. Nama ini berasal dari masyarakat adat Assiniboine di Kanada.
Baca juga: 10 Fenomena Langit Sepanjang 2026 |
Ada juga yang menjulukinya Center Moon atau Bulan Keras. Nama Center Moon muncul di Old Farmer's Almanac yang menggambarkan sifat keras bulan tersebut.
Kapan Wolf Moon dapat diamati? Menurut catatan detikEdu, Wolf Moon dapat dilihat mulai 05.03 pagi waktu New York, 10.03 waktu London, 19.03 waktu Tokyo, 18.03 waktu Beijing, dan 21.03 waktu Sydney.
Jika disesuaikan dengan waktu Indonesia, maka Wolf Moon akan dapat diamati pada 17.03 WIB, 18.03 Wita, dan 19.03 WIT.
Selama Wolf Moon terjadi, permukaan Bulan akan menghadap Bumi dalam bentangan yang luas. Bulan akan terlihat sangat jelas jika cuaca cerah dan tidak hujan. Karena itu, kalau daerah detikers mendung atau hujan, kemungkinan besar Wolf Moon tidak nampak.
Baca selengkapnya di sini.
(des/des)
