Internasional

10 Fenomena Langit Sepanjang 2026

Rachmatunnisa - detikKalimantan
Kamis, 01 Jan 2026 19:12 WIB
Ilustrasi/Foto: Situs Lapan
Balikpapan -

Fenomena langit apa yang akan terjadi di 2026? Catat ya detikers, di 2026 akan ada fenomena planet sejajar hingga gerhana Matahari total!

Dikutip detikInet dari Smithsonian Magazine, langit malam 2026 bakal dipenuhi pemandangan kosmik yang langka dan memesona. Termasuk supermoon, parade planet, hujan meteor, hingga gerhana total. Berikut adalah 10 fenomena langit di 2026 yang sayang jika dilewatkan.

Fenomena Langit 2026:

1. Jupiter di Titik Oposisi (10 Januari)

Awal tahun dibuka dengan Jupiter mencapai oposisi, yaitu posisi ketika Bumi berada di antara planet gas raksasa itu dan Matahari. Pada momen ini, Jupiter tampak lebih terang dan besar di langit malam, layak diamati dengan mata telanjang atau teropong kecil.

2. Parade Planet (Akhir Februari)

Di akhir Februari, enam planet akan tampak berkumpul di satu sisi langit setelah Matahari terbenam. Fenomena ini dikenal sebagai parade planet. Fenomena ini akan menjadi momen langka ketika Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus tampak sejajar dari sudut pandang Bumi.

3. Gerhana Bulan Total (3 Maret)

Hinghlight fenomena langit 2026 adalah gerhana Bulan total pada dini hari 3 Maret. Ketika fenomena ini terjadi, Bulan akan tertutup bayangan Bumi sehingga tampak berwarna merah, yang sering disebut Blood Moon.

4. Hujan Meteor Lyrid (21-22 April)

Tanggal 21-22 April, langit malam akan dihiasi hujan meteor Lyrid yang bisa menghasilkan puluhan meteor per jam. Ini adalah salah satu hujan meteor tahunan klasik yang bisa dinikmati oleh para pengamat langit.

5. Gerhana Matahari Total (12 Agustus)

Fenomena paling spektakuler di 2026 akan terjadi pada 12 Agustus, ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari dalam gerhana Matahari total. Jalur totalitas fenomena ini melintasi wilayah seperti Greenland, Islandia, serta bagian barat Eropa termasuk Portugal dan Spanyol, menjadikannya kesempatan langka untuk menyaksikan korona Matahari secara langsung.

6. Hujan Meteor Perseid (12-13 Agustus)

Hampir berbarengan dengan peristiwa gerhana Matahari, malam 12-13 Agustus akan menjadi puncak hujan meteor Perseid. Dengan kondisi fase Bulan baru, hujan meteor ini diperkirakan bisa mencapai puluhan sampai ratusan meteor per jam di bawah langit gelap.

7. Venus Capai Puncak Kecerahan (18 September)

Di pertengahan September, Venus akan mencapai puncak cahayanya di langit sore atau malam hari, menjadikannya salah satu objek paling terang di langit, sehingga mudah dilihat tanpa alat bantu.

8. Rangkaian Hujan Meteor (Oktober-Desember)

Memasuki musim gugur dan awal musim dingin, ada rangkaian hujan meteor menarik:

  • Orionid di sekitar 21-22 Oktober.
  • Leonid sekitar 16-17 November.
  • Geminid di pertengahan Desember yang dikenal paling spektakuler dari semua hujan meteor tahunan.

9. Supermoon Terdekat Tahun Ini (23 Desember)

Akhir 2026 akan dimeriahkan supermoon terbesar dan terdekat sejak beberapa tahun terakhir. Pada 23 Desember, Bulan purnama akan berada sangat dekat dengan Bumi sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

10. Momen Lainnya

Tak hanya sederet fenomena di atas, sepanjang tahun langit juga akan dihiasi oleh sejumlah konjungsi planet, kemunculan Bulan dekat bintang terang, serta fenomena lain yang bisa dinikmati dengan teleskop atau bahkan mata telanjang di lokasi gelap tanpa polusi cahaya.

Baca selengkapnya di sini.



Simak Video "Video Penjelasan Ilmiah soal Fenomena Spiral Raksasa di Langit Inggris"

(sun/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork