Zaman Dulu Hanya Ada 355 Hari dalam Satu Tahun

Zaman Dulu Hanya Ada 355 Hari dalam Satu Tahun

Nikita Rosa - detikKalimantan
Kamis, 01 Jan 2026 13:03 WIB
Kalender 2026 dari Januari sampai Desember
Ilustrasi kalender. Foto: starline/Freepik
Balikpapan -

Kita kini mengenal dalam satu tahun terdiri dari 365-366 hari. Namun dahulu kala, satu tahun pernah berlangsung selama 355 hari.

Dikutip detikEdu dari laman Swinburne University of Technology, tahun tersingkat di dunia terjadi pada 1582. Hilangnya 10 hari dalam satu tahun diduga untuk menyelaraskan Kalender Julian ke Kalender Gregorian.

Pada masa lalu, para ilmuwan dengan sengaja menghilangkan rentang waktu antara 4 Oktober hingga 15 Oktober 1582. Dampaknya, satu tahun kala itu hanya berjumlah 355 hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain penyesuaian hari, para ahli juga menetapkan pembagian satu tahun menjadi 12 bulan. Astronom Romawi, Julius Caesar, menegaskan pentingnya sistem 12 bulan serta penerapan tahun kabisat agar perhitungan waktu selaras dengan peredaran musim.

Sebelum sistem tersebut diterapkan, satu tahun bahkan hanya terdiri dari 10 bulan. Namun, para astronom menyadari bahwa dalam satu tahun terdapat lebih dari 12 siklus bulan, sehingga diperlukan penambahan bulan untuk menyesuaikan kalender dengan pergerakan alam.

Akhirnya, bulan Januari dan Februari dimasukkan ke dalam kalender. Sementara itu, bulan kelima dan keenam yang semula ada kemudian diubah namanya menjadi Juli dan Agustus sebagai bentuk penghormatan kepada Julius Caesar dan penerusnya, Augustus.

Kedua bulan tersebut diberi jumlah 31 hari untuk menegaskan kedudukannya yang penting, mengingat nama bulan itu diambil dari tokoh-tokoh berpengaruh dalam sejarah Romawi.

Penjelasan Satu Minggu Ada Tujuh Hari

Jika semakin mengerucut, detikers akan melihat jika dalam satu minggu pasti ada tujuh hari. Penggunaan sistem tujuh hari dalam seminggu dapat ditelusuri kembali ke bangsa Babilonia dan dekrit Raja Sargon I dari Akkad sekitar tahun 2300 SM.

Menurut laman Royal Museums Greenwhich, para pendahulu ini memuja angka tujuh. Kemudian sebelum adanya teleskop, benda-benda langit utama berjumlah tujuh (Matahari, Bulan, dan lima planet yang terlihat dengan mata telanjang).

Sistem tujuh hari dalam seminggu juga terkait erat dengan Yudaisme dan kisah Kejadian, di mana Tuhan beristirahat pada hari ketujuh.

Meskipun bulan, tahun, dan hari dapat dikaitkan langsung dengan peristiwa astronomi seperti rotasi Bumi mengelilingi porosnya atau orbit lengkap Matahari, seminggu merupakan 23% dari bulan lunar. Kendati demikian, satu minggu telah digunakan selama ribuan tahun dari Tiongkok hingga India, Timur Tengah, dan Eropa.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads