Pesta Kembang Api di Pontianak Diganti Doa Lintas Agama

Pesta Kembang Api di Pontianak Diganti Doa Lintas Agama

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Rabu, 31 Des 2025 23:48 WIB
Doa bersama lintas agama mengisi malam perayaan Tahun Baru 2026 di Kota Pontianak sebagai bentuk empati pada daerah-daerah yang tertimpa musibah bencana alam.
Doa bersama lintas agama mengisi malam perayaan Tahun Baru 2026 di Kota Pontianak sebagai bentuk empati pada daerah-daerah yang tertimpa musibah bencana alam. Foto: dok Prokopim Pontianak
Pontianak -

Malam pergantian tahun di Kalimantan Barat (Kalbar), khususnya di Kota Pontianak berlangsung tanpa kembang api dan petasan. Malam tahun baru kali ini digelar dengan acara doa bersama lintas agama.

Polda Kalbar bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur TNI serta Forkopimda menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang terdampak bencana alam.

Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto mengatakan, doa bersama lintas agama ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan malam tahun baru yang dikemas dengan konsep berbeda. Tidak ada euforia berlebihan, melainkan diisi dengan refleksi dan doa bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama. Ini bukan hanya untuk Polri, tetapi untuk semua elemen masyarakat. Kita ingin menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah," ujarnya usai menggelar doa bersama lintas agama di Pos Pantau Jalan Gajah Mada Pontianak, Rabu (31/12/2025) malam.

Ia menjelaskan, doa bersama tersebut dilaksanakan secara serentak di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video serta video conference bersama pimpinan Polri di Mabes Polri.

Dalam kesempatan itu, Pipit menegaskan kesiapsiagaan aparat keamanan dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan selama malam pergantian tahun. Pos-pos pengamanan disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

"Kita semua harus siap menghadapi kemungkinan yang terjadi. Pos-pos pengamanan sudah tersebar, dan kami mengimbau masyarakat apabila terjadi sesuatu agar segera melapor kepada petugas," katanya.

Pipit juga memastikan tidak ada perayaan kembang api pada malam tahun baru di Kalbar. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap korban bencana alam, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Ia mengapresiasi peran serta masyarakat Kalbar yang telah bekerja sama dengan baik dan tidak menunjukkan euforia berlebihan dalam menyambut pergantian tahun.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalbar yang telah bekerja sama dengan baik, bersama Forkopimda, TNI, dan Polri, sehingga malam pergantian tahun dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh makna," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa situasi malam pergantian tahun di Kota Pontianak hingga saat ini terpantau aman dan kondusif. Kondisi cuaca juga dinilai mendukung karena cerah dan tidak diguyur hujan.

"Alhamdulillah, sampai saat ini Kota Pontianak kondusif. Cuaca cerah, tidak hujan, meskipun arus lalu lintas mulai padat, terutama di pusat kota seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, serta di kawasan pusat hiburan, kafe, dan warung kopi," ungkapnya.

Edi berharap malam Tahun Baru 2026 di Kota Pontianak dapat berjalan aman tanpa adanya kejadian yang tidak diinginkan, khususnya kecelakaan lalu lintas. Ia juga mengimbau para orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur.

Selain pengamanan, Pemerintah Kota Pontianak bersama unsur Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga menggelar doa bersama lintas agama yang dipusatkan di kawasan Jalan Gajah Mada.

"Doa bersama lintas agama telah kita laksanakan bersama FKUB, pemerintah provinsi, dan Forkopimda. Sampai saat ini situasi aman dan tidak ada gangguan yang berarti. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga dan masyarakat mematuhi edaran yang telah disampaikan pemerintah," katanya.

Edi menegaskan bahwa doa bersama tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat, khususnya warga Kalbar, Kota Pontianak, dan Indonesia secara umum, sebagai wujud refleksi dan harapan di pergantian tahun.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads