Kerang 'Ming', Hewan Tertua Berusia 507 Tahun Itu Mati karena Manusia

Kerang 'Ming', Hewan Tertua Berusia 507 Tahun Itu Mati karena Manusia

Aisyah Kamaliah - detikKalimantan
Selasa, 30 Des 2025 06:01 WIB
Kerang Ming hewan tertua di dunia.
Kerang Ming. Foto: Madelyn Mette/USGS (Public Domain)
Balikpapan -

Kerang quahog raksasa (Arctica islandica) bernama 'Ming' menjadi salah satu hewan tertua di dunia. Lahir pada tahun 1499, hewan individu tertua (non-klonal) itu berhasil hidup hingga usia 507 tahun.

Sayangnya pada tahun 2006, dia harus mati karena ulah manusia. Dikutip detikInet dari laman IFLScience, pada tahun 2006 di lepas pantai Islandia, seekor kerang quahog raksasa ditemukan di dasar laut.

Seperti halnya menghitung lingkaran pertumbuhan pada pohon untuk menentukan usianya, dimungkinkan untuk menghitung lingkaran pertumbuhan pada kerang ini untuk memperkirakan usianya secara kasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cangkang moluska bivalvia mengandung catatan ontogeni mereka dalam bentuk garis pertumbuhan tahunan internal, dan tanda harian dan pasang surut dengan resolusi lebih tinggi, yang dapat diamati secara mikroskopis dalam replika lapisan asetat atau sayatan tipis," tulis sebuah makalah tentang kerang tersebut.

Cangkang A islandica terbentuk dari rangkaian lapisan pertumbuhan tahunan. Lapisan ini ditandai oleh bagian yang lebih tebal akibat pertumbuhan cepat, yang dipisahkan oleh garis-garis sempit sebagai penanda fase pertumbuhan lambat atau bahkan berhentinya pertumbuhan.

Sifat tahunan dari lapisan tersebut telah dibuktikan melalui analisis profil isotop oksigen stabil musiman serta percobaan penandaan dan penangkapan kembali, sebagaimana dijelaskan dalam makalah ilmiah tersebut.

Pada tahun 2006, para peneliti melakukan upaya untuk menentukan usia kerang tersebut, yang kemudian dikenal sebagai Ming. Namun, tanpa disadari, proses penelitian tersebut justru berujung pada kematian hewan yang saat itu telah berusia ratusan tahun.

"Penghitungan tanda tahunan dari cangkang yang dipotong mengungkapkan bahwa kerang ini hidup selama lebih dari 405 tahun," ungkap sebuah makalah tentang kerang tersebut. Ini menjadikannya moluska yang hidup paling lama dan mungkin hewan non-kolonial tertua yang pernah didokumentasikan.

Meski sebelumnya telah dianggap sangat tua, penanggalan radiokarbon lanjutan menunjukkan bahwa usia kerang ini ternyata jauh lebih lanjut, yakni sekitar 507 tahun. Temuan ini memperkirakan waktu kelahirannya berada di sekitar tahun 1499 Masehi. Media kemudian menjulukinya 'Ming', karena kerang tersebut mulai hidup pada masa Dinasti Ming di Tiongkok.

Meski demikian, penting dipahami bahwa spesies ini memang dikenal memiliki usia hidup yang panjang, kerap melampaui 100 tahun atau bahkan lebih. Fakta inilah yang terus memicu rasa ingin tahu para ilmuwan mengenai rahasia umur panjang moluska tersebut.

Sayangnya bagi Ming, hewan tersebut tidak lagi 'merayakan' ulang tahunnya lagi. Kerang tersebut mati pada tahun 2006, kemungkinan akibat pembekuannya saat pertama kali dikeruk dari tempat perlindungannya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads