Sebentar lagi malam pergantian tahun 2025 ke 2026 atau malam tahun baru Masehi. Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul yakni soal membaca doa Tahun Baru Islam saat Tahun Baru Masehi.
Apakah itu boleh dilakukan? Yuk simak penjelasan singkat berikut ini!
Dikutip detikKalimantan dari artikel Boleh Membaca Doa Tahun Baru Islam untuk Tahun Baru Masehi, Berikut Penjelasannya di situs NU Online, Redaktur Keislaman Ustadz Ahmad Muntaha AM menjelaskan doa Tahun Baru Islam merupakan doa yang dipilih dan dianjurkan para ulama. Jadi, bukan doa yang warid atau ma'tsur, yang bersumber langsung dari Nabi Muhammad SAW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, menurut Ustaz Muntaha, doa Tahun Baru Islam boleh dibaca di momen Tahun Baru Masehi. Namun perlu diingat untuk tidak meyakini doa itu sebagai doa warid atau yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW. detikers bisa membaca doa Tahun Baru Islam dengan dasar kesunahan dan keyakinan bahwa berdoa secara umum di waktu kapan pun diperbolehkan.
"Asalkan tidak meyakini doa tersebut bersumber langsung dari Nabi Muhammad melainkan anjuran dari para ulama. Dan tidak meyakini doa tersebut secara khusus, melainkan dihukumi sunah dibaca saat momentum tahun baru Masehi atau Islam," terang Ustaz Muntaha.
"Hal ini seperti kasus membaca doa taradhi atau memohon ridha untuk para sahabat di sela-sela tarawih. Jika meyakininya sebagai kesunahan khusus pada waktu tersebut, maka tidaklah boleh. Namun boleh membacanya dengan dasar kesunahan berdoa secara umum," jelas ia yang juga Founder Aswaja Muda.
Ustaz Muntaha menyebut itu seperti yang dijelaskan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin. Berikut bunyinya:
وأما الترضي عن الصحابة فلم يرد بخصوصه هنا كبين تسليمات التراويح ، بل هو بدعة إن أتي به يقصد أنه سنة في هذا المحل بخصوصه ، لا إن أتي به بقصد كونه سنة من حيث العموم
Artinya: Adapun doa taradhi untuk para sahabat maka tidak ada dalil khususnya dibaca sebelum mengumandangkan iqamah dan azan, sebagaimana di sela-sela salat tarawih. Bahkan doa itu menjadi bid'ah bila orang membacanya dengan maksud menjadikannya sebagai kesunahan yang khusus pada waktu. Tapi tidak bid'ah bila orang yang membacanya dengan maksud menjadikannya sebagai kesunahan secara umum," (Abdurrahman bin Muhammad Baalawi, Bughyatul Mustarsyidin, halaman 74).
Bolehkah Merayakan Tahun Baru Masehi
Dalam artikel berjudul Rayakan Tahun Baru? Hati-Hati, Ternyata Begini Hukumnya dalam Kajian Islam di situs NU Online, dijelaskan bahwa merayakan momentum tahun baru dengan berbagai bentuknya, serta mengucapkan selamat tahun baru atau 'Happy New Year', menurut perspektif kajian Islam merupakan hal yang mubah (diperkenankan), selama tidak dilakukan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat, seperti tindak kemaksiatan.
Walau begitu, alangkah baiknya untuk memaknai pergantian tahun sebagai momentum untuk mengevaluasi diri, agar lebih memaksimalkan ibadah ke depannya dengan ungkapan syukur.
Selain itu, yang tak kalah penting dalam momentum pergantian tahun ialah memohon kepada Allah SWT. Memohon agar senantiasa memberikan kekuatan untuk menjalankan kebaikan dan ketaatan, serta dijauhkan dari segala marabahaya. Wallahu'alam bisshawab.
Simak Video "Video: 4 Warga Gaza Tewas Dihantam Roket Israel di Tengah Gencatan Senjata"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/bai)
