Distribusi makanan bergizi gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) ditiadakan selama masa libur sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambil karena tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah.
"Sampai dengan hari ini selama masa liburan tidak ada pembagian MBG lagi, karena kan anak-anak libur ya," ujar Irfan Taufik kepada detikKalimantan, Selasa (23/12/2025).
Irfan mengatakan, sebagai penerima manfaat, pihaknya tentu mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Namun karena pembagian di sekolah libur, kemungkinan MBG diberikan kepada penerima di luar murid sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan sasaran MBG itu ada siswa-siswi, ibu hamil, ibu menyusui, atau lansia. Nah mungkin itu yang jalan," ucapnya.
Menurutnya, pembagian MBG selama masa liburan sudah pasti tidak bisa dijalankan. Apalagi tidak memungkinkan dibagikan ke rumah siswa.
"Saya rasa tidak masuk akal ya, jadi tidak ada (pembagian MBG), tidak ada juga yang dibagikan ke rumah atau ke orang tua, di sekolah saja jumlah segitu (belum tentu diterima)," jelasnya.
Baca juga: Urgensi MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah |
Irfan mengatakan MBG dipastikan akan kembali didistribusikan saat musim libur telah usai. Sesuai dengan kalender akademik, kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan mulai tanggal 4 Januari 2026.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Dra. Alwiati mengatakan belum ada opsi MBG dialihkan ke ranah kesehatan ibu dan anak. Pembagian MBG di bagian kesehatan baru akan dikoordinasikan.
"Sebenarnya MBG di kami belum ada masuk ya, rencananya malah baru besok dirapatkan. Itu bukan ranah Dinas Kesehatan ya, tapi BGN jadi kami belum tahu juga teknisnya seperti apa," kata dia.
Menurut Alwiati, perlu diperjelas apakah pemberian MBG bagi ibu dan anak akan sama dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) atau MBG dengan sasaran sekolah.
"Tentunya program ini (MBG) kan program realitas ya, akan ada cuma teknisnya seperti apa. Jangan sampai double budget, program PMT dan MBG, jangan sampai pada sasaran yang sama," pungkasnya.
(des/des)
