Sosialisasi Kopdes Merah Putih di Sintang, Pemkab Yakin Jadi Penggerak Ekonomi

Sosialisasi Kopdes Merah Putih di Sintang, Pemkab Yakin Jadi Penggerak Ekonomi

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 30 Nov 2025 13:01 WIB
Kemenkop dorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih jadi motor penggerak ekonomi di Sintang.
Kemenkop dorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih jadi motor penggerak ekonomi di Sintang. Foto: Dok. Prokopim Pemkab Sintang
Sintang -

Pemerintah Kabupaten Sintang optimistis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat menjadi lokomotif ekonomi desa, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengurus KDKMP diharuskan siap berubah mengikuti dinamika ekonomi.

"Koperasi adalah motor penggerak ekonomi produktif, pusat pembelajaran bersama, dan sarana memperluas peluang usaha," kata Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian Pembangunan dan Keuangan, Helmi, kepada detikKalimantan dalam sosialisasi dari Kementerian Koperasi dan UMKM (Kemenkop), Minggu (30/11/2025).

Menurutnya, koperasi harus mampu membangun jejaring, memperkuat distribusi, dan berinovasi melalui konsep HUB sebagai pusat kolaborasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui konsep HUB, koperasi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi dalam distribusi, pemasaran, produksi, pelatihan, dan inovasi," jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Sintang untuk terus mendukung melalui pendampingan dan pelatihan. Pelatihan-pelatihan yang diberi pun diminta untuk diikuti pengurus dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu di lapangan.

"Mari kita jadikan koperasi sebagai pilar kemandirian ekonomi masyarakat Sintang. Karena, koperasi yang kuat berarti ekonomi rakyat kuat," ujar Helmi.

Belum lama ini, Kementerian Koperasi (Kemenkop) memberikan pelatihan dan pelatihan dalam agenda Sosialisasi Pengembangan Jaringan Usaha KDKMP Sekunder (HUB), di Resto Jembatan Merah, Kecamatan Kelam Permai Sintang.

Dalam kesempatan itu, Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha pada Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemekop, Cecep Setyawan menegaskan pentingnya koperasi bertransformasi menghadapi tantangan ekonomi modern. Cecep menyebut dunia usaha saat ini berkembang sangat cepat dan penuh tantangan, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika pasar global hingga tuntutan efisiensi.

"Pelaku usaha termasuk koperasi harus mampu beradaptasi cepat. Perubahan tidak bisa ditunda," kata Cecep.

Untuk mencapai itu, kata Cecep, pengurus KDKMP perlu diberikan pemahaman konsep bisnis koperasi berbasis HUB, menggali masukan dan dukungan pemangku kepentingan, serta kolaborasi konkret antar pihak.

Cecep menjelaskan bahwa sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang dilanjutkan Inpres No 17 Tahun 2025, Kemenkop RI terus melakukan terobosan, salah satunya melalui model penguatan jaringan usaha Koperasi Desa Merah Putih berbasis HUB (sekunder).

"HUB berfungsi sebagai pusat kolaborasi, agregator, dan akselerator bisnis bagi koperasi-koperasi primer di sekitarnya," ujarnya.

Cecep menyebut model HUB diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah di sektor pertanian, pariwisata, kelautan, dan ekonomi kreatif. Menurutnya, koperasi harus menjadi platform yang menghubungkan UMKM, investor, dan pasar. Ia menekankan keberhasilan koperasi memerlukan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi hingga masyarakat.

"Koperasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dalam ekosistem yang sehat dan daya saing tinggi," tegasnya.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads