Besok Massa Gelar Aksi di DPRD Tarakan, Bawa Sejumlah Tuntutan

Besok Massa Gelar Aksi di DPRD Tarakan, Bawa Sejumlah Tuntutan

Oktavian Balang - detikKalimantan
Minggu, 31 Agu 2025 21:01 WIB
Aliansi Utara usai melakukan konsolidasi di Islamic Center (Oktavian Balang/detikKalimantan)
Foto: Aliansi Utara usai melakukan konsolidasi di Islamic Center (Oktavian Balang/detikKalimantan)
Tarakan -

Aliansi Utara menggelar konsolidasi terbuka di Tarakan, Kalimantan Utara pada Minggu (31/8/2025) di Islamic Center. Mereka melakukan konsolidasi sebagai persiapan aksi demonstrasi besok, Senin (1/9/2025).

Aksi ini bertajuk 'Usulan Tarakan Bersuara' dan dipimpin oleh Koordinator Lapangan A.A. Muchammad Imanullah Aziz. Massa aksi menuntut pembatalan tunjangan terbaru DPR RI serta kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat.

Dalam konsolidasi tersebut, Aliansi Utara menyepakati tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak pembatalan tunjangan perumahan anggota DPR RI sebesar Rp 50 juta per bulan yang menuai kontroversi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, mendesak DPR RI untuk mengesahkan kebijakan pro-rakyat, termasuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, RUU Masyarakat Adat, serta kebijakan yang mendukung kesejahteraan rakyat dan pendidikan. Ketiga, menyerukan reformasi Polri agar lebih profesional dan akuntabel.

"Kami ingin DPR RI, khususnya Dapil Kaltara, hadir di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi. Kami menyuarakan keluh kesah rakyat Tarakan dan Kaltara terhadap kinerja DPR," tutur Imanullah Aziz kepada detikKalimantan, Minggu (31/8/2025).

Aksi pada 1 September 2025 akan dimulai dengan titik kumpul di Kantor KNPI pada pukul 14.00 Wita. Massa kemudian akan melakukan long march dari Gita Jalatama menuju Gedung DPRD Kota Tarakan.

Imanullah memperkirakan sekitar 300 peserta dari 22 lembaga akan hadir, dengan potensi bertambah seiring partisipasi masyarakat luas. Untuk menjaga kondusivitas, Aliansi Utara berkomitmen mencegah tindakan anarkis.

"Kami sepakat menjaga aksi tetap damai. Jika ada kekacauan, itu kemungkinan dari pihak luar aliansi," ujar Imanullah.

Setiap lembaga yang tergabung juga telah menunjuk koordinator untuk mengantisipasi situasi tak terkendali. Imanullah menegaskan, aksi ini bukan hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga organisasi masyarakat (ormas) dan elemen masyarakat lainnya yang kecewa dengan kinerja DPR.

"Kami mengajak masyarakat luas yang merasa tidak puas dengan DPR untuk bergabung dalam aksi besok," ucapnya.

Jika DPRD tidak merespons dengan hadir di tengah masyarakat, Aliansi Utara menyatakan akan terus memperjuangkan tuntutan hingga dikabulkan.

"Kami akan tetap fokus menyuarakan tuntutan ini melalui media sosial dan kanal lainnya sampai menang," kata Imanullah.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads