Berikut ini jadwal salat di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk Jumat, 29 Agustus 2025. Jadwal salat berikut ini dikutip dari situs resmi Bimas Islam Kemenag RI.
Untuk diketahui, Kaltim masuk dalam zona Waktu Indonesia Tengah (Wita). Jadi jadwal di bawah ini disajikan dalam Wita.
Jadwal Salat di Kaltim untuk Jumat, 29 Agustus 2025
Kota/Kabupaten | Subuh | Zuhur | Asar | Magrib | Isya |
Berau | 04:51 | 12:14 | 15:26 | 18:19 | 19:28 |
Kutai Barat | 05:00 | 12:22 | 15:36 | 18:25 | 19:33 |
Kutai Kartanegara | 04:55 | 12:17 | 15:31 | 18:19 | 19:28 |
Kutai Timur | 04:52 | 12:14 | 15:27 | 18:17 | 19:26 |
Mahakam Ulu | 05:01 | 12:23 | 15:37 | 18:27 | 19:36 |
Paser | 04:59 | 12:20 | 15:35 | 18:21 | 19:30 |
Penajam Paser Utara | 04:56 | 12:18 | 15:32 | 18:20 | 19:29 |
Balikpapan | 04:56 | 12:17 | 15:32 | 18:19 | 19:28 |
Bontang | 04:52 | 12:15 | 15:28 | 18:18 | 19:26 |
Samarinda | 04:54 | 12:16 | 15:30 | 18:19 | 19:28 |
Kewajiban Salat Lima Waktu
Dikutip detikHikmah, Muhammad Jawad Mughniyah dalam Al-Fiqh 'ala al-madzahib al-khamsah mengatakan salat dibagi menjadi dua, yakni salat wajib dan sholat sunah. Sholat yang diwajibkan atas setiap muslim kerap disebut salat lima waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salat lima waktu terdiri dari 17 rakaat yang dikerjakan dalam sehari semalam. Rinciannya, dua rakaat salat subuh, empat rakaat salat zuhur, empat rakaat salat asar, tiga rakaat salat magrib, dan empat rakaat slat isya.
Berdasarkan arsip detikcom, perintah melaksanakan salat lima waktu bermula ketika Nabi Muhammad SAW melakukan Isra Mikraj, sebuah perjalanan suci sehari semalam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha.
Isra Mi'raj terjadi pada malam 27 Rajab di tahun kedelapan kenabian Nabi Muhammad SAW. Beliau kemudian menerima perintah untuk mengerjakan salat wajib 5 kali dalam sehari semalam atau sebanyak 17 rakaat.
Perjalanan Isra Mikraj sebagai awal perintah salat lima waktu diceritakan dalam Al-Qur'an Surat Al Isra ayat 1.
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (QS. Al Isra: 1)
(sun/bai)