Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar uji kompetensi terhadap 831 peserta melalui 34 skema sertifikasi pada 5-19 Oktober 2026. Ke depan, LSP UMY juga membidik perluasan kerja sama dengan lembaga sertifikasi nasional hingga internasional.
Kepala LSP UMY, Sunardi, mengatakan uji kompetensi tersebut menjadi salah satu upaya kampus mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keterampilan profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, sertifikasi kompetensi dapat melengkapi ijazah akademik sekaligus menjadi bukti penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja mahasiswa.
"Uji kompetensi ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik. Namun, juga kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui 34 skema sertifikasi yang tersedia, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pengakuan kompetensi sesuai bidang keahliannya," kata Sunardi dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Rabu (21/10/2026).
Uji Kompetensi (UKOM) Periode I Tahun Akademik 2026/2027 tersebut merupakan agenda rutin LSP UMY yang dilaksanakan empat kali dalam setiap tahun akademik.
Sebelum mengikuti uji kompetensi, peserta terlebih dahulu menjalani pra-asesmen pada 18 September hingga 2 Oktober 2026. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan peserta serta memeriksa kesesuaian bukti kompetensi dengan persyaratan skema sertifikasi yang dipilih.
Dalam proses asesmen, asesor menilai kemampuan peserta berdasarkan standar kompetensi yang berlaku pada masing-masing skema. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar untuk menentukan pencapaian kompetensi peserta.
Dalam pelaksanaan uji kompetensi, LSP UMY menggunakan sistem asesmen berbasis website yang dikembangkan secara mandiri.
Meski memanfaatkan teknologi digital, proses asesmen tetap dilakukan secara luring. Asesor dan peserta berinteraksi langsung, sedangkan sistem berbasis website digunakan untuk mendukung proses penilaian dan dokumentasi.
"Kami mengembangkan sistem asesmen berbasis website secara mandiri untuk mendukung pelaksanaan uji kompetensi agar lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik. Meskipun menggunakan teknologi digital, proses asesmen tetap dilakukan secara langsung antara asesor dan peserta," jelas Sunardi.
Bidik Kerja Sama Sertifikasi Internasional
Selain meningkatkan pelaksanaan uji kompetensi, LSP UMY berencana memperluas kerja sama dengan lembaga sertifikasi lain, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sunardi menjelaskan, pengembangan program sertifikasi tidak hanya berfokus pada sertifikasi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP UMY juga berupaya membuka peluang kerja sama dengan lembaga sertifikasi lain agar mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan pengakuan kompetensi.
"Ke depan, kami berencana memperluas kerja sama sertifikasi, tidak hanya melalui BNSP, tetapi juga dengan lembaga sertifikasi lain di tingkat nasional maupun internasional. Harapannya, mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja," pungkasnya.
Simak Video "Video: Suasana Jelang Pemakaman Raja Keraton Solo PB XIII"
(dil/ahr)