Ketua Komisi A DPRD DIY Dorong Resep Mustika Rasa Atasi Stunting

Ketua Komisi A DPRD DIY Dorong Resep Mustika Rasa Atasi Stunting

Fara Difa Alfeni - detikJogja
Jumat, 28 Agu 2026 17:04 WIB
DPRD DIY
Foto: Dok. DPRD DIY
Jakarta -

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mendorong Pemerintah Kota Yogyakarta memanfaatkan resep kuliner Nusantara dalam buku Mustika Rasa sebagai salah satu alternatif menu bergizi untuk mendukung upaya percepatan penanganan stunting.

Menurutnya, resep warisan Bung Karno yang terangkum dalam buku Mustika Rasa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi menu makanan bergizi berbasis pangan lokal. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak.

"Kita harapkan Pemkot Yogyakarta dapat menyiapkan menu Mustika Rasa guna atasi stunting di Yogyakarta," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, penanganan stunting membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk melalui penguatan program dan anggaran pemerintah daerah. Ia memastikan DPRD DIY akan terus mendorong dukungan terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting.

Ia menjelaskan, pada 2026 Pemerintah Kota Yogyakarta mendapatkan anggaran penanganan stunting sebesar Rp120 juta untuk setiap kelurahan.

ADVERTISEMENT

"Tentu tahun depan akan ada tambahan lagi sehingga anggarannya lebih besar," katanya.

Dorongan pemanfaatan resep Mustika Rasa tersebut disampaikan Eko dalam momentum Festival Mustika Rasa yang mengangkat kembali kekayaan kuliner Nusantara. Ia menilai warisan kuliner tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi pilihan menu bergizi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, resep-resep dalam buku Mustika Rasa memiliki kandungan pangan yang dapat diolah menjadi menu untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

"Kalau kita bisa memasak resep-resep yang ada dalam buku ini, baik orang Jawa, Sunda, Jawa Timur maupun Indonesia Timur, sebenarnya kebutuhan gizinya bisa tercukupi. Ini yang luar biasa," jelasnya.

Menurutnya, berbagai bahan pangan lokal seperti beras, jagung, pisang, telur, dan sumber protein lainnya dapat menjadi alternatif dalam menciptakan menu bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Ia menyebut angka stunting di Kota Yogyakarta terus mengalami penurunan. Dari sekitar 14 persen, angka tersebut kini berada di kisaran 8 persen. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama kader dan berbagai pihak akan terus memperkuat intervensi melalui pemberian makanan bergizi kepada keluarga yang memiliki risiko stunting.

"Maturnuwun Pak Eko (Ketua Komisi A DPRD DIY) yang memperjuangkan anggaran penanganan stunting di Kota Yogyakarta," katanya.

Eko berharap pemanfaatan resep Mustika Rasa tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat sebagai bagian dari upaya nyata mengatasi persoalan stunting.

"Jangan hanya bicara teori. Resep-resep ini harus kita praktikkan untuk mengatasi masalah di masyarakat, salah satunya stunting," pungkasnya.



(akn/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads