Diprotes Rakyat AS BBM Naik, Trump: Yang Penting Iran Tak Punya Nuklir

Internasional

Diprotes Rakyat AS BBM Naik, Trump: Yang Penting Iran Tak Punya Nuklir

Ignacio Geordi Oswaldo - detikJogja
Jumat, 17 Apr 2026 12:39 WIB
WASHINGTON, DC - APRIL 16: U.S. President Donald Trump speaks to the media before boarding Marine One on the South Lawn of the White House on April 16, 2026 in Washington, DC. President Donald Trump is traveling to Las Vegas, Nevada to promote the tax cuts he signed into law in the One Big Beautiful Bill Act ahead of the midterm election. Tomorrow he will deliver remarks at a Turning Point USA event in Phoenix, Arizona.   Anna Moneymaker/Getty Images/AFP (Photo by Anna Moneymaker / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Donald Trump. Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER
Jogja -

Banyak warga Amerika Serikat (AS) melayangkan protes kepada Presiden Donald Trump akibat tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) di AS. Adapun kenaikan harga BBM ini merupakan dampak dari perang lawan Iran.

Dilansir CNBC, sebagaimana dikutip dari detikFinance, Jumat (17/4/2026), dalam jajak pendapat nasional yang dilakukan oleh Universitas Quinnipiac, sebanyak 65% dari responden AS yang terdaftar menyalahkan Trump atas kenaikan harga BBM saat ini. Baik sebagai penyebab utama maupun sedikit banyak terlibat dalam kenaikan harga tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, dalam jajak pendapat yang sama hanya 38% responden yang menyetujui cara Trump menangani perekonomian AS saat ini.

Hasil jajak pendapat tersebut menunjukkan banyak warga AS tidak puas atas kondisi ekonomi dan tingginya harga BBM tersebut. Meski ketidakpuasan ini tampak tak begitu dihiraukan oleh Trump.

ADVERTISEMENT

"Yah, harganya tidak terlalu tinggi," kata Trump kepada seorang reporter di Gedung Putih saat ditanya berapa lama lagi warga AS harus menghadapi harga bensin yang tinggi.

Menurut orang nomor 1 di AS itu, kenaikan harga BBM di Negeri Paman Sam saat ini tidak setinggi yang diperkirakan sebagai akibat dari perang di Timur Tengah, yang menurutnya penting karena bertujuan untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir.

"Faktanya, jika Anda perhatikan, pasar saham sedang naik, semuanya berjalan sangat baik, dan hal terpenting yang harus kita lakukan adalah memastikan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir," ujarnya.

Sebagai informasi, harga BBM di AS telah mengalami kenaikan yang sangat signifikan sejak konflik di Timur Tengah pecah pada 28 Februari lalu. Tercatat harga bensin telah melonjak sekitar 49% dibandingkan rata-rata harga pada awal tahun ini.

Pada awal 2026, harga rata-rata bensin reguler sedikit di atas US$ 2,75 per galon. Sementara per Kamis (16/4) waktu AS, harga rata-rata bensin reguler kini sudah mencapai US$ 4,093 per galon.

Sementara untuk rata-rata harga bahan bakar diesel di AS pada Januari 2026 lalu masih berada sedikit di atas US$ 3,50 per galon. Namun kini harga BBM jenis ini sudah meningkat ke kisaran US$ 5,65 per galon.



(par/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads