Round-Up

Lagi-lagi Ternak Gunungkidul Mati Diterkam Hewan Liar

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 22 Okt 2026 07:45 WIB
Ilustrasi kambing digigit hewan liar. Foto: Dok Istimewa
Gunungkidul -

Kematian hewan ternak akibat diduga hewan liar kembali terjadi di Gunungkidul. Kali ini dua ekor kambing milik warga di Saptosari, Gunungkidul, ditemukan mati dalam kondisi tercabik-cabik.

"Iya, benar. Ada dua ekor kambing yang mati di Kanigoro dengan kondisi tercabik-cabik," kata Kapolsek Saptosari AKP Sigit Teja Sukmana saat dihubungi detikJogja, Rabu (21/10/2026).

Dua kambing itu milik dua orang berbeda. Kambing pertama milik Pardi warga Klepu, Planjan, Saptosari, Gunungkidul.

Sementara kabing kedua milik Bejo, warga Kanigoro. Kedua kambing itu sama-sama ditemukan mati diduga diterkam hewan liar.

"Jadi awalnya pemilik mau mengecek kandang dan menemukan kambingnya sudah mati dengan kondisi seperti habis dimakan," ujarnya.

Terkait penyebab kematian dua ekor kambing itu, Sigit menduga akibat serangan hewan. Namun, Sigit belum bisa memastikan jenis hewan tersebut.

"Dugaannya korban serangan hewan liar," kata dia

Kematian kambing-kambing ini menambah daftar panjang hewan ternak yang mati akibat diterkam hewan liar. Diketahui, kasus kematian hewan ternak juga pernah terjadi di Playen, Tepus, dan Panggang.

Kasus Ternak Mati di Playen

Temuan kasus ternak mati di Playen terjadi pada Agustus 2026 lalu. Saat itu, ada 3 kambing mati dan 1 unggah diduga digigit anjing liar.

"Warga yang menjadi korban ada 2 ekor kambing mati digigit anjing. Juga ada 1 ekor kambing dan 1 unggas (mati) pada beberapa malam lalu," ujar Ketua Jaga Warga Dusun Sayangan Teguh Sayogi saat dihubungi detikJogja, Sabtu (22/8/2026).

Teguh menduga kambing itu mati diserang anjing liar. Anjing liar itu beraksi di malam hari.

"Karena serangan anjing, dan terpantau anjing ada dua ekor dengan warna satu putih besar dan satu hitam ukuran sedang. Kejadian rata-rata pukul 23.30-01.30 WIB. Kebiasaan anjing tersebut mendatangi dan menyerang ternak kambing yang habis beranak, tapi yang menjadi korban biasanya kambing yang diikat di luar kandang," jelasnya.

Sebelum dua kambing ini, ada juga yang melaporkan kasus serupa di bulan Agustus.

"Kalau tidak salah kejadian pertama pada malam Rabu sekitar 21 hari yang lalu dan kejadian lagi kemarin. Kejadian demi kejadian kurang lebih berselang 14 hari,dengan kebiasaan yang sama, waktu yang juga dan hampir bersamaan. Sepertinya rute yang dilalui juga sama," ungkapnya.

Di Tepus 7 Kambing Mati

Di Tepus 1, Tepus, Gunungkidul bahkan ada tujuh kambing mati akibat serangan hewan liar. Kambing-kambing itu mati dalam satu kandang pada 2 September 2026.

"Tapi sampai kandang saksi mendapati tujuh ekor kambing sudah mati dengan kondisi terdapat luka gigitan pada kaki dan leher," kata Kapolsek Tepus, AKP Suryanto saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9).

Suryanto menerangkan kasus ternak mati itu dialami Eno (48). Kambing itu dilepasliarkan untuk mencari rumput di Alas Dawut kawasan Pantai Poktunggal.

"Dari tujuh kambing itu ada dua anak kambing yang telah dimakan oleh hewan liar dan hanya tersisa kulitnya saja," ujarnya.

2 Sapi Mati di Panggang

Lalu, dua sapi warga Wintaos, Girimulyo, Panggang, Gunungkidul juga dilaporkan mati misterius. Kedua sapi milik Partiyem ini ditemukan mati dengan kondisi dua kaki dan paha raib.

"Sampai di kandang, saksi (Partiyem) mendapati sapi mati dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya hilang," terang Kapolsek Panggang AKP Gatot Sukoco saat dihubungi detikJogja, Jumat (4/9).

Temua ini lalu dilaporkan Partiyem ke suami, dan Polsek Panggang. Setelahnya, polisi mengecek ke lokasi kejadian.

"Berdasarkan kondisi fisik bangkai sapi di lokasi, muncul dua dugaan kuat penyebab kematian, yaitu menjadi korban penyembelihan oleh orang asing, atau akibat serangan hewan liar," ujarnya.



Simak Video "Video: Macan Tutul Masuk Rumah di Pacet Bandung"

(afn/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork