Penampakan Dome Teletubbies, Permukiman Unik Tahan Gempa di Sleman

Tim detikJogja - detikJogja
Senin, 29 Jun 2026 10:07 WIB
Rumah Teletubbies di Sleman, hunian relokasi korban gempa yang jadi desa wisata. Foto: Dok. detikJogja
Sleman -

Permukiman warga di Kelurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, tampak berbeda dengan hunian pada umumnya. Di kawasan tersebut, rumah-rumah warga memiliki bentuk yang cukup unik, yakni berbentuk bulat mirip iglo.

Rumah-rumah warga itu merupakan hunian korban relokasi gempa 2006. Bentuk yang menyerupai rumah Teletubbies membuat kawasan tersebut kemudian populer dengan sebutan rumah Teletubbies.

Desain yang unik dan berbeda dengan rumah pada umumnya ini dibuat tahan gempa. Lokasi hunian Dome Teletubbies ini lokasinya di kaki perbukitan Prambanan. Dari Jalan Raya Prambanan-Piyungan hanya sekitar empat kilometer. Kawasan permukiman tersebut terlihat cukup asri, karena berada di dataran rendah di tepi sungai dengan dikelilingi persawahan.

Sama halnya dengan rumah-rumah pada umumnya, rumah Teletubbies itu juga terdapat pintu dan jendela. Perbedaan yang paling mencolok adalah bagian atapnya yang tidak menggunakan genting. Melainkan sepenuhnya cor semen dan menyerupai kubah (dome).

Keberadaan rumah Teletubbies ini semakin menarik perhatian, ketika cat yang dipakai berwarna-warni hingga sebagian digambari mural kartun. Tidak hanya rumah, fasilitas masjid dan tempat pertemuan pun bentuknya dome.

Rumah Teletubbies di Sleman, hunian relokasi korban gempa yang jadi desa wisata. Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJogja

Seiring berjalannya waktu, kini sebagian bangunan rumah dome di Dukuh Nglepen ini banyak yang sudah direnovasi. Tidak sedikit warga menambah bangunan baru. Akibatnya di beberapa lokasi rumah kubah itu tidak lagi tampak utuh lengkung.

Pernah Jadi Ikon Wisata

Bentuknya yang lucu, atau tidak biasa pada saat itu membuat hunian dome itu pernah menjadi ikon wisata yang populer. Warga yang penasaran dengan bentuk rumah teletubbies itu berbodndong-bondong datang ke lokasi.

Setiap hari libur jumlah pengunjung di kompleks rumah penyintas gempa itu semakin ramai.

"Nggih niki rumiyin ramai sanget (ya dulu sangat ramai). Tapi semenjak ada COVID (2019) mulai sepi," tutur Lasiyem (70) warga hunian dome kepada detikJogja saat ditemui di lapaknya, Sabtu (28/6/2026).

Sambil melayani pembeli pecel dan minuman, Lasiyem mengenang masa saat pandemi COVID. Kala itu, pengunjung tidak boleh masuk. Dampaknya pun terasa hingga kini.

"Sekarang sepi. Ya tetap ada Sabtu-Minggu, biasanya dari sekolah-sekolah," jelasnya Lasiyem.

"Saya jualan warung, ya minuman ya gorengan laris banget. Sehari dulu Rp 300 ribu ya dapat, sekarang Rp 50 ribu saja sulit," imbuh Lasiyem.

Warga lainnya, Samijo (71), mengenang kawasan ini dulu ramai pengunjung. Namun, kini semakin sepi usai pandemi COVID.

"Sejak COVID niko (itu) sepi, dilarang. Sekarang ya begini," ungkapnya.

Rumah Teletubbies di Sleman, hunian relokasi korban gempa yang jadi desa wisata. Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJogja

Wisata Mulai Turun

Terpisah Lurah Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kurniawan Widiyanto membenarkan sejak COVID, kunjungan wisata ke rumah dome turun drastis. Pihaknya pun kini berupaya untuk menggeliatkannya lagi.

"Kita baru mencoba merintis lagi, merangkak lagi. Kita berikan pendampingan, tahun lalu bersama dinas pariwisata untuk membangkitkan lagi semangat pelaku wisata," ungkap Kurniawan.

Sebagai informasi, rumah dome ini merupakan hunian relokasi warga Dukuh Nglepen dan Sengir yang terdampak gempa 2006. Warga di kampung itu pindah karena tanahnya ambles.

Imbasnya, kini Padukuhan Ngelepn dan sebagian Dukuh Sengir pun sepi seperti kampung mati. Kawasan itu kini ditumbuhi pepohonan rimbun bak hutan.



Simak Video "Menggelar Fashion Show Bersama Warga di Grojogan Kapuhan, Sleman"

(apl/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork