Bekas Gigitan Kamitetep Seperti Apa? Kenali Ciri dan Cara Mengobatinya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Senin, 08 Jun 2026 09:58 WIB
Kamitetep (Foto: Egor Kamelev/Pexels)
Jogja -

Kamitetep adalah hama rumah yang berwarna abu-abu kecokelatan. Rumahnya yang berbentuk pipih gepeng dan terbuat dari berbagai macam partikel kecil itu mudah dilihat mata menempel di dinding. Mungkin pula, detikers menemukannya di sisi dalam lemari pakaian.

Dirujuk dari laman Mississippi State University, dikenal sebagai household casebearer di bahasa Inggris, kamitetep adalah fase larva dari ngengat Phereoeca uterella. Makanan favoritnya adalah jaring laba-laba.

Di samping jaring laba-laba, kamitetep juga dilaporkan mengonsumsi wol dan serat yang berasal dari hewan, seperti sutra, bulu, bahkan rambut manusia. Karenanya, tidak mengherankan jika dalam beberapa kasus, larva ngengat ini merusak pakaian manusia tanpa terdeteksi.

Desas-desus di masyarakat juga menyebut 'peti mati' berjalan ini kerap menggigit. Lantas, seperti apa bekas gigitan kamitetep? Apa yang harus dilakukan untuk mengobati? Baca pembahasan lengkapnya berikut ini!

Ciri-ciri Gigitan Kamitetep

Perlu detikers ketahui, menurut penjelasan di laman Native Pest Management, kamitetep tidaklah menggigit atau menyengat. Jadi, anggapan bahwasanya makhluk satu ini agresif seperti hama rumahan lain adalah salah.

Meski begitu, kehadirannya di rumah tetap perlu diwaspadai. Mengingat, seperti sudah disinggung sekilas, infestasi parah kamitetep mengancam kondisi pakaian detikers, terutama yang berbahan wol atau sutra.

Selain itu, kamitetep yang berjumlah banyak membuat rumah tampak kotor dan tidak terawat. Penampilannya memang tidak mengenakkan dilihat, apalagi, cangkang pelindung kamitetep dibuat dari partikel pasir, sisa rambut, debu, hingga kotoran.

Jadi, apakah kamitetep tidak membahayakan dalam arti mengganggu kesehatan pemilik rumah? Tidak juga. Menurut Ratna Yuniati, Dosen Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia, kamitetep dapat menyebabkan ruam di kulit.

"Tanda pada kulit jika sudah terkena kamitetep adalah bisa berupa ruam atau bintik kemerahan yang terasa gatal," ujarnya, dikutip dari laman Departemen Biologi UI, Senin (8/6/2026).

Bagi orang yang sensitif, efeknya bisa lebih parah, seperti iritasi, alergi ringan, atau pembengkakan. Bekas kontak dengan kamitetep ini bisa bisa bertahan selama beberapa hari sehingga dapat dideteksi.

Keterangan senada disampaikan oleh Prof Edhi Martono, pakar ilmu serangga dan hama tumbuhan dari Fakultas Pertanian UGM. Ia menyebut kemungkinan gatal akibat bersentuhan dengan selubung kamitetep.

"Kalo sampai kesentuh kemudian menjadi kemerah-merahan gitu kan, seperti kena ulat berbulu. gatal-gatalnya juga tidak khas kan, sama saja dengan gatal-gatal kayak yang lain," terangnya, dirujuk dari detikHealth.

Berdasarkan dua keterangan pakar di atas, dapat disimpulkan beberapa ciri kesehatan yang muncul akibat bersentuhan dengan kamitetep, yakni:

  • Bintik kemerahan yang gatal
  • Iritasi di kulit
  • Adanya bagian yang membengkak

Cara Mengobati Efek Sentuhan dengan Kamitetep

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk meredakan gatalnya? Apakah bisa sembuh dengan sendirinya?

Menurut Dr Ratna Yuniati, bekas 'gigitan' kamitetep akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3 sampai 7 hari. Namun, jika detikers tidak tahan dengan ketidaknyamanan yang ditimbulkan, kamu bisa coba mengompresnya menggunakan air dingin.

Kompres dingin bekerja dengan baik meredakan bengkak maupun gatal akibat kontak kamitetep. Kamu bisa menggunakan handuk yang telah dicelup air dingin. Bisa pula memanfaatkan es batu yang dibungkus kain.

Guna mencegah gatal semakin parah, hindari menggaruknya. Cukup bersihkan area sekitar 'gigitan' kamitetep dengan sabun untuk memastikan bakteri yang mungkin ada mati. Pembersihan ini juga bertujuan menghilangkan partikel-partikel kotor kamitetep yang berpotensi tertinggal.

Alternatif pengobatan lain adalah memanfaatkan obat antihistamin yang dijual bebas. Obat ini bekerja menghambat zat pemicu gatal yang dilepaskan tubuh. Pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya, Dab!

Cara Membasmi Kamitetep dari Rumah

Bagi detikers yang tersiksa karena kemunculan kamitetep di rumah, di bawah ini beberapa cara membasminya, dilansir Hulett Environmental Services:

1. Rutin Vacuum Rumah

Kamitetep hidup dari jaring laba-laba, sisa rambut, hingga partikel debu yang tersebar. Rutin membersihkan rumah dengan vacuum membuat hidup kamitetep menjadi sulit sehingga kehadirannya tereduksi.

2. Buat Rumah Menjadi 'Kering'

Buat detikers yang belum tahu, larva ngengat Phereoeca uterella ini membutuhkan lingkungan dengan kelembapan tinggi untuk hidup. Oleh karena itu, detikers dapat bertindak sebaliknya, yakni membuat rumah 'kering'.

Caranya? Buat sirkulasi udara lebih lancar. Kurangi kelembapan dengan dehumidifier atau menghidupkan kipas angin. Sebisa mungkin buat sudut-sudut rumah terkena cahaya Matahari.

Rutin membuka jendela pada pagi dan siang hari juga perlu dilakukan. Dengan demikian, angin segar bisa masuk dan 'mengusir' kelembapan yang teramat.

3. Bersihkan Manual

Cara lain untuk membasmi kamitetep adalah membersihkannya secara manual. Pastikan kamu memakai sarung tangan atau memanfaatkan media perantara, seperti sapu, saat melakukannya, ya, detikers!

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai bekas gigitan kamitetep dan cara mengobatinya. Semoga bermanfaat!



Simak Video "Video Top 5: Ruben ke KPAI hingga Amanda Manopo Laporkan Kasus Penggelapan"

(num/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork