Poin-poin Temuan Geolog Asal Usul Api yang Teror Rumah Seyegan Sleman

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 31 Mei 2026 11:34 WIB
Tim Geologi UGM mengecek penyebab kebakaran misterius berulang kali di rumah warga Seyegan, Sleman, Sabtu (30/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Rumah warga Seyegan, Sleman, Mutfiana, terbakar secara misterius hingga berulang kali sepekan terakhir. Geolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga UPN "Veteran" terjun ke lokasi untuk mencari tahu penyebabnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, terungkap sejumlah temuan mengenai asal usul api yang 'meneror' rumah Fia, sapaan Mutfiana. Berikut poin-poinnya:

1. Sumber Gas Berada di Kawasan Sungai

Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Jogja, Prof. Dr. Ir. RM. Basuki Rahmad, menuturkan timnya menginvestigasi sumber pemicu api. Hasilnya, mereka menemukan indikasi sumber gas berada di kawasan sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah.

Basuki menjelaskan, di tempat itu, terdapat singkatan batuan berwarna gelap dengan genangan air yang mengeluarkan gelembung gas.

"Nah akhirnya kami ketemu gelembung-gelembung gas yang indikasi kuat itu adalah gas metana, gas CH4. Itu tepat di bawah jembatan Jalan Nepen," ujar Basuki di lokasi, Sabtu (30/5/2026).

Basuki lantas mencoba pengecekan sederhana menggunakan paralon untuk mengetahui tekanan gas. Terungkap, tekanan gas dinilai relatif lemah meski masih terlihat keluar dari bawah permukaan air.

2. Lokasi Diduga Dulunya Rawa

Basuki menerangkan, dari pemeriksaan tersebut, pihaknya menduga lokasi permukiman itu merupakan bekas rawa.

"Jadi artinya, indikasi pertama, karena ini masih investigasi awal, indikasi kuat sumber gas ini adalah gas metana dari rawa. Jadi ini salah satu indikasi kuat batuan wilayah ini dulunya memang bekas rawa," jelasnya.

Basuki melanjutkan, batuan berwarna gelap yang ditemukan di lokasi itu diduga menjadi tempat tersimpannya gas metana. Dia bilang, saat kondisi batuan jenuh, gas akan terus terlepas dan bermigrasi melalui celah maupun retakan di bawah tanah.

Basuki menyebut timnya juga menemukan indikasi adanya jalur retakan atau patahan yang mengarah ke utara dan diduga menjadi jalur migrasi gas hingga mencapai rumah warga.

"Kami juga dapatkan indikasi jalur-jalur semacam patahan, retakan-retakan yang arahnya ke utara, dan diindikasikan kuat juga migrasi ini nyasar ke rumahnya Pak Agus," kata dia.

Veteran" Jogja mengecek rumah Mutfiati, warga Seyegan, Sleman, yang terbakar berulang kali, Sabtu (30/5/2026)." title="Tim geolog UPN "Veteran" Jogja mengecek rumah Mutfiati, warga Seyegan, Sleman, yang terbakar berulang kali, Sabtu (30/5/2026)." class="p_img_zoomin" />Tim geolog UPN "Veteran" Jogja mengecek rumah Mutfiati, warga Seyegan, Sleman, yang terbakar berulang kali, Sabtu (30/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

3. Gas Metana Diduga Menumpuk di Pakaian-Sofa Rumah Fia

Dosen sekaligus Asisten Profesor di Departemen Teknik Geologi UGM, Dr. Sarju Winardi, mengatakan pihaknya menduga api bisa muncul lantaran gas metana tersebut sudah menumpuk di berbagai barang di rumah Fia.

Ia berkata, material berpori memiliki kemampuan menyimpan gas dalam jumlah tertentu. Jika akumulasinya cukup banyak, gas tersebut berpotensi memicu kebakaran.



Simak Video "Menggelar Fashion Show Bersama Warga di Grojogan Kapuhan, Sleman"


(apu/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork