Analisis Dinas PUPESDM DIY soal Teror Api Misterius di Rumah Seyegan Sleman

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 29 Mei 2026 19:10 WIB
Bekas barang-barang yang tiba-tiba terbakar di rumah Mutfiana, warga Seyegan, Sleman, Kamis (28/5/2026). Foto: Jauh Hari Wawan/detikJogja
Jogja -

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY menduga misteri kebakaran berulang di rumah Mutfiati, warga Seyegan, Sleman, yang terjadi selama hampir sepekan terakhir disebabkan oleh gas organik yang muncul dari septic tank.

Kepala Dinas PUPESDM DIY Anna Rina Herbranti mengatakan dugaan itu muncul lantaran asal-usul tanah di wilayah Seyegan dan sekitarnya didominasi oleh endapan Merapi muda berupa pasir vulkanik, tuf, abu vulkanik, breksi, dan sedimen aluvial hasil aktivitas Gunung Merapi.

"Litologi vulkanik muda tersebut pada umumnya berupa material lepasan dan tidak memiliki kemampuan menjadi batuan sumber maupun perangkap hidrokarbon yang dibutuhkan dalam sistem hidrokarbon," jelas Anna saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

Selain itu, kata Anna, berdasarkan kondisi struktur geologi regional, kawasan Seyegan juga tidak memiliki struktur geologi utama seperti sesar aktif, lipatan, maupun cekungan sedimen, yang berpotensi membentuk sistem akumulasi gas bawah permukaan.

"Dengan demikian, secara geologi regional wilayah tersebut tidak menunjukkan karakteristik yang mendukung adanya potensi gas alam," ungkapnya.

Dengan fakta-fakta tersebut, Anna menduga fenomena api misterius di Seyegan dimungkinkan karena adanya gas organik yang salah satu sumbernya kemungkinan berasal dari septic tank.

Kontur tanah di Seyegan, kata Anna, didominasi endapan vulkanik muda seperti pasir, lempung, dan abu vulkanik yang bersifat porous atau berpori. Sehingga memungkinkan gas dari septic tank merembes ke permukaan melalui pori-pori atau rekahan.

"Fenomena munculnya titik api sporadis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor lingkungan, keberadaan material mudah terbakar, kemungkinan akumulasi gas organik dalam skala lokal, maupun faktor teknis non-geologi," ujar Anna.

"Dalam hal ini, menurut pengamatan di lapangan adanya akumulasi gas metana dari septic tank. Jika ada rekahan kecil atau lapisan urug yang kurang padat, gas lebih mudah naik ke permukaan," sambungnya.

Lebih lanjut Anna mengatakan pihaknya bersama BPBD Sleman, PLN UP3 sleman, dan unsur akademisi akan mendatangi lokasi besok untuk melakukan penanganan.

"Dinas PUPESDM DIY secara terus menerus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD Sleman dan PLN. Hari ini terdapat 2 titik api yg masih muncul," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman digegerkan dengan kebakaran berulang yang membakar sejumlah perabotan di salah satu rumah. Hasil penyelidikan, polisi menyebut api diduga berasal dari kebocoran gas metana dari septic tank.

Sang pemilik rumah, Mutfiana, mengatakan kebakaran sudah terjadi selama dua hari terakhir. Awalnya, ia mengetahui api membakar kain.

"Itu dari Sabtu (23/5) malam jam 12 malam. Awalnya kain yang terbakar. Terus muncul lagi sampai merembet kusen pintu," kata Mutfiana saat ditemui wartawan, Minggu (24/5).

Sementara itu, petugas serta Tim Inafis Polresta Sleman, serta Tim Gegana Polda DIY langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh gas metana yang berasal dari septic tank di lokasi tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran," kata Kapolsek Seyegan AKP Pujiono saat dimintai konfirmasi, Minggu (24/5).



Simak Video "Video: Momen Ekskavator Terobos Tenda Pesta Pernikahan Warga di Sleman"

(afn/alg)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork