Rumah Mutfiana, warga Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, masih dilanda kebakaran misterius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman akan menggandeng akademisi untuk menelusuri sumber api.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan pihaknya telah membuka komunikasi dengan beberapa kampus. Seperti ITB, UPN, dan UGM. Hanya saja menurutnya baru ITB yang merespons.
"Ya, kita komunikasi dulu seperti apa. Ini yang sudah ITB sudah menjawab beberapa sih, cuman ya belum bisa masuk karena jauh ITB. Yang UGM sama UPN kok belum ada, Pusdalop kami belum ada jawaban," kata Bambang saat dihubungi wartawan, Jumat (29/5/2026).
Menurut Bambang, keterlibatan akademisi diperlukan untuk mengungkap penyebab kebakaran secara ilmiah. Sebab, penjelasan sementara, kebakaran dipicu gas metana berasal dari kebocoran saluran septic tank.
"Kenapa kita komunikasi dengan akademisi? karena ketika bicara pentahelix kan akademisi kan campur tangan ya, ikut dengan dengan keahliannya yang lex spesialisnya itu," ujarnya.
Penjelasan ilmiah itu diperlukan karena septic tank tersebut telah diperbaiki sesuai saran dari tim Gegana. Anehnya, kebakaran masih terjadi secara acak.
"Sementara septic tank kan sudah dibersihkan, dikuras terus salurannya juga sudah diganti. Diganti, malah baru. Artinya kan itu sudah fresh, gitu kan? Tapi itu (kebakaran) masih muncul di mana-mana yang enggak tentu," katanya.
"Di tembok kah, di kamar kah. ruang tamu. Bahkan, kalau bakar handuk mah wajar, kain gampang dibakar, ini bakar itu akuarium," lanjutnya.
Sembari menunggu penyelidikan dari akademisi, untuk sementara BPBD Sleman menyalurkan bantuan logistik seperti bahan makanan. Untuk sementara, ia mengimbau penghuni rumah untuk mengungsi sembari berjaga agar kebakaran tidak merembet.
"Kita juga beri bantuan logistik secukupnya lah, kedaruratan, ada matras, ada selimut, dan logistik pangan beberapa," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Mutfiana, mengaku sampai hari ini kejadian kebakaran masih terus terjadi. Terakhir, setelah jumatan tadi ditemukan satu titik api.
"(Kalau yang membakar akuarium) Itu kemarin. Hari ini terakhir setelah jumatan api masih muncul," ujar Fia.
Diberitakan sebelumnya, warga Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman digegerkan dengan kebakaran berulang yang membakar sejumlah perabotan di salah satu rumah.
"Itu dari Sabtu (23/5) malam jam 12 malam. Awalnya kain yang terbakar. Terus muncul lagi sampai merembet kusen pintu," kata Sang pemilik rumah, Mutfiana, saat ditemui wartawan, Minggu (24/5/2026).
Namun, tak berselang lama api kembali muncul di lokasi berbeda dan membakar barang-barang lain. Ia mengatakan kejadian itu terus berulang.
Sementara itu, petugas serta Tim Inafis Polresta Sleman, serta Tim Gegana Polda DIY telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh gas metana yang berasal dari septic tank di lokasi tersebut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran," kata Kapolsek Seyegan AKP Pujiono saat dimintai konfirmasi, Minggu (24/5).
Simak Video "Video: Momen Ekskavator Terobos Tenda Pesta Pernikahan Warga di Sleman"
(aku/dil)