Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, membagikan pengalamannya merintis usaha tanpa modal saat hadir dalam sesi Educational Class di Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul hari ini. Dalam sesi diskusi itu, Chairul memberi motivasi kepada anak muda agar tidak takut memulai bisnis meski tidak memiliki uang.
Sesi Educational Class tersebut diisi oleh pemateri Chairul Tanjung serta Direktur Utama Bank BRI, Hery Gunardi. Tema yang diusung dalam sesi tersebut adalah Enterpreneur Talks with Chairul Tanjung dan Hery Gunardi.
Mulanya, moderator memaparkan hasil survei peserta yang mayoritas berusia 20-30 tahun. Banyak di antara mereka mengaku tertarik memulai usaha, namun masih bingung soal modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Chairul menyebut persoalan modal memang menjadi pertanyaan klasik bagi calon pengusaha. Namun menurutnya, modal usaha bukan hanya soal uang.
"Ini selalu pertanyaan klasik. Orang memulai usaha selalu berbicara modal, modalnya dari mana. Padahal modal itu bukan cuma uang," katanya saat pemaparan materi, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, selain uang, ada modal lain yang jauh lebih penting, yakni kemauan, kemampuan, dan jaringan pertemanan atau networking.
"Kalau ada uang alhamdulillah itu modal pertama. Tetapi bukan satu-satunya. Ada modal kedua, yaitu kemauan dan kemampuan. Kemudian yang ketiga networking, relasi," ujarnya.
Suasana sesi Educational Class oleh Chairman CT Corp, Chairul Tanjung dan Direktur Utama Bank BRI, Hery Gunardi di Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja |
Chairul kemudian menceritakan pengalamannya mulai berusaha sejak usia 18 tahun saat baru masuk kuliah. Kala itu, ia harus mencari uang sendiri karena orang tuanya tidak mampu membayar biaya kuliah.
"Orang tua saya tidak mampu membayar uang kuliah saya, sehingga saya harus mencari uang untuk paling tidak membayar uang kuliah saya. Itu saya lakukan tanpa modal," ungkapnya.
Menurutnya, usia muda merupakan waktu terbaik untuk mencoba membangun usaha karena masih memiliki energi dan keberanian mengambil risiko.
"Usia muda adalah usia terbaik untuk memulai usaha. Money not the only capital, bukan cuma modal satu-satunya," katanya.
"Kegagalan itu adalah sebuah learning process, sebuah proses pembelajaran," lanjutya.
Di sisi lain, Hery menekankan pentingnya mental tangguh bagi seorang pengusaha. Ia mengingatkan dunia usaha tidak selalu langsung menghasilkan keuntungan dan penuh tantangan di awal perjalanan.
"Enggak mungkin hari ini kita usaha terus untung, itu enggak mungkin. Paling tidak memiliki daya tahan setahun atau dua tahun susah dulu," ujarnya.
Menurut Hery, banyak orang gagal menjadi pengusaha karena terlalu cepat menyerah ketika menghadapi masalah. Padahal, kata dia, seorang entrepreneur harus mampu bangkit setiap kali mengalami kegagalan.
"Yang namanya pengusaha itu memang tough. Gagal yang ini, cari lagi yang lain. Sekali jatuh, bangun tiga kali," pungkasnya.
(afn/aku)


Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja