Doa Rosario Dibaca Kapan? Ini Susunan Doa dan Waktu Terbaik Mendaraskannya

Doa Rosario Dibaca Kapan? Ini Susunan Doa dan Waktu Terbaik Mendaraskannya

Khofifah Azzahro - detikJogja
Senin, 11 Mei 2026 14:47 WIB
Doa Rosario Katolik
Doa Rosario. (Foto: freepik/Freepik)
Jogja -

Bulan Mei menjadi salah satu waktu yang dinantikan oleh banyak umat Katolik. Sebab, bulan ini diketahui sebagai bulan spesial yang menganjurkan umat Katolik untuk mendaraskan Doa Rosario sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria.

Mengutip laman Keuskupan Atambua, Mei sebagai Bulan Maria merupakan tradisi yang berkembang dari kebiasaan dan devosi umat Katolik yang sejak lama memberikan penghormatan khusus kepada Bunda Maria selama Mei.

Selanjutnya, tradisi tersebut mulai berkembang pesat di Roma pada akhir abad ke-18, hingga akhirnya menyebar ke berbagai gereja Katolik di dunia. Seiring berjalannya waktu, penghormatan kepada Maria di bulan Mei semakin diakui Gereja Katolik. Bahkan berhasil mendapat pengakuan devosional melalui indulgensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, memasuki bulan Mei 2026, tak sedikit umat yang ingin mengetahui susunan Doa Rosario serta waktu terbaik untuk mendaraskannya. Dengan memahami urutan dan waktu terbaiknya, umat Katolik dapat melaksanakan Doa Rosario dengan lebih khusyuk.

ADVERTISEMENT

Sejarah Penetapan Bulan Mei sebagai Bulan Rosario

Dikutip dari laman yang sama tersebut, penetapan bulan Mei sebagai Bulan Rosario dalam tradisi Katolik terjadi secara bertahap dan berlangsung sejak lama. Bulan Mei sendiri identik dengan musim semi, bunga, dan kehidupan baru sehingga sering dikaitkan dengan Bunda Maria yang dianggap sebagai simbol kesucian dan kasih.

Seiring berjalannya waktu, banyak gereja dan kelompok religius mulai mengadakan doa-doa khusus kepada Bunda Maria selama bulan Mei. Tradisi tersebut kemudian semakin berkembang dan menjadi kebiasaan umat Katolik di berbagai negara untuk lebih rutin mendaraskan Doa Rosario selama bulan ini.

Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, beberapa paus juga mulai mendorong umat Katolik untuk memperbanyak Doa Rosario di bulan Mei. Dari situlah bulan Mei semakin dikenal sebagai bulan istimewa untuk menghormati Bunda Maria sekaligus memperdalam kehidupan rohani umat Katolik.

Tujuan Penetapan Bulan Rosario

Penetapan bulan Mei sebagai Bulan Rosario bertujuan untuk mengajak umat Katolik lebih dekat kepada Bunda Maria melalui Doa Rosario. Pada bulan ini, umat diajak untuk memberikan penghormatan khusus kepada Bunda Maria sekaligus mengenang perannya dalam perjalanan hidup Yesus Kristus.

Selain itu, Bulan Rosario juga menjadi momen bagi umat Katolik untuk lebih rajin berdoa. Melalui Doa Rosario, umat dipercaya dapat memohon rahmat dan pertolongan Tuhan dengan perantaraan Bunda Maria. Karena itu, selama bulan Mei banyak umat yang lebih rutin mengikuti Doa Rosario bersama di rumah maupun gereja.

Doa Rosario juga bukan hanya sekadar mengulang doa, tetapi menjadi cara untuk merenungkan kehidupan Yesus Kristus, mulai dari kelahiran, penderitaan, hingga kebangkitan-Nya. Dalam permenungan tersebut, umat Katolik juga diajak meneladani iman, kasih, dan ketaatan Bunda Maria kepada Tuhan.

Di sisi lain, Bulan Rosario menjadi waktu bagi umat Katolik di berbagai daerah untuk bersatu dalam doa. Biasanya doa-doa tersebut dipanjatkan untuk berbagai tujuan, seperti memohon perdamaian, kesehatan, keselamatan keluarga, hingga kebaikan bagi Gereja dan dunia.

Waktu Membaca Doa Rosario

Mengutip dari Sacred Heart Church, secara tradisional Doa Rosario biasanya didaraskan tiga kali dalam sehari, yakni pada pukul 09.00 pagi, 12.00 siang, dan 18.00 sore. Waktu-waktu tersebut dipilih sebagai momen untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari dan meluangkan waktu untuk berdoa serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

Namun, dalam prakteknya Doa Rosario tidak memiliki aturan waktu yang wajib. Artinya, umat Katolik tetap bisa mendaraskan Doa Rosario kapan saja sesuai waktu luang dan kebiasaan masing-masing, seperti pagi hari sebelum memulai aktivitas, siang hari saat beristirahat, maupun malam hari sebelum tidur.

Dirujuk dari Keuskupan Purwokerto, doa Rosario juga dapat dibaca di sela aktivitas sehari-hari,ketika sedang memiliki waktu senggang. Karena itu, Rosario menjadi salah satu doa yang cukup fleksibel untuk dilakukan, baik sendiri, bersama keluarga, maupun dalam doa bersama di gereja.

Susunan Doa Rosario

Doa Rosario memiliki urutan yang perlu dipahami karena memiliki lima bagian. Sementara itu, pada setiap dekade dituntut untuk merenungkan misteri Rosario. Pengulangan Doa Rosario dimaksudkan untuk menuntun umat Katolik dalam doa yang dalam, sekaligus memasuki keheningan hati, tempat Roh Kristus berdiam.

Sebagai panduan umat Katolik, berikut langkah lengkap untuk menunaikan Doa Rosario, antara lain:

  1. Tanda Salib (Pembuka)
  2. Aku Percaya
  3. Kemuliaan
  4. Terpujilah
  5. Bapa Kami
  6. Salam Putri Allah Bapa
  7. Salam Bunda Allah Putra
  8. Salam Mempelai Allah Roh Kudus
  9. Kemuliaan
  10. Terpujilah
  11. Misteri Peristiwa yang Pertama
  12. Bapa Kami
  13. Salam Maria (10 kali)
  14. Kemuliaan
  15. Terpujilah
  16. Doa Fatima
  17. Misteri Peristiwa yang Kedua
  18. Bapa Kami
  19. Salam Maria (10 kali)
  20. Kemuliaan
  21. Terpujilah
  22. Doa Fatima
  23. Misteri Peristiwa yang Ketiga
  24. Bapa Kami
  25. Salam Maria (10 kali)
  26. Kemuliaan
  27. Terpujilah
  28. Doa Fatima
  29. Misteri Peristiwa yang Keempat
  30. Bapa Kami
  31. Salam Maria (10 kali)
  32. Kemuliaan
  33. Terpujilah
  34. Doa Fatima
  35. Misteri Peristiwa yang Kelima
  36. Bapa Kami
  37. Salam Maria (10 kali)
  38. Kemuliaan
  39. Terpujilah
  40. Doa Fatima
  41. Doa kepada Santo Yusuf
  42. Tanda Salib (Penutup)

Misteri yang Direnungkan Dalam Doa Rosario

Disadur dari laman United States Conference of Catholic Bishops (USCCB) dan Roman Catholic Ardhiocese Singapore, dalam Doa Rosario terdapat beberapa misteri yang direnungkan sesuai hari pelaksanaannya. Misteri-misteri tersebut berisi peristiwa penting dalam kehidupan Yesus Kristus dan Bunda Maria.

1. Senin dan Sabtu: Peristiwa Gembira

Peristiwa Gembira berfokus pada misteri penuh sukacita dalam kehidupan Yesus dan Maria, yaitu:

  • Kabar gembira kepada Maria (Lukas 1:26-38)
  • Maria mengunjungi Elisabet (Lukas 1:39-56)
  • Kelahiran Yesus (Lukas 2:1-21)
  • Yesus dipersembahkan di Bait Suci (Lukas 2:22-38)
  • Penemuan Yesus di Bait Suci (Lukas 2:41-52)

2. Selasa dan Jumat: Peristiwa Sedih

Peristiwa Sedih mengajak umat merenungkan misteri penderitaan Yesus sebelum wafat di kayu salib, meliputi:

  • Yesus berdoa di Taman Getsemani (Matius 26:36-56)
  • Yesus dicambuk di tiang (Matius 27:26)
  • Yesus dimahkotai duri (Matius 27:27-31)
  • Yesus memanggul salib (Matius 27:32)
  • Penyaliban Yesus (Matius 27:33-56)

3. Rabu dan Minggu: Misteri Mulia

Peristiwa Mulia berisi misteri kemenangan dan kemuliaan Yesus serta Maria, yakni:

  • Kebangkitan Yesus (Yohanes 20:1-29)
  • Kenaikan Yesus ke surga (Lukas 24:36-53)
  • Turunnya Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:1-41)
  • Maria diangkat ke surga (1Tes 4: 14,17)
  • Maria dimahkotai di surga (Why 12: 1)

4. Kamis: Peristiwa Terang

Peristiwa Terang berfokus pada misteri karya dan pelayanan Yesus selama hidup-Nya, yaitu:

  • Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan (Matius 3:13-16)
  • Mukjizat di Kana (Yohanes 2:1-11)
  • Pewartaan Kerajaan Allah (Markus 1:14-15)
  • Transfigurasi Yesus (Matius 17:1-8)
  • Penetapan Sakramen Ekaristi (Matius 26)

Demikianlah penjelasan mengenai waktu untuk mendaraskan doa Rosario, lengkap dengan susunannya. Semoga bermanfaat, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads