Iran Surati PBB Ingatkan Konsekuensi Luas Kematian Khamenei

Internasional

Iran Surati PBB Ingatkan Konsekuensi Luas Kematian Khamenei

Rita - detikJogja
Senin, 02 Mar 2026 15:21 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi mengirim surat ke PBB, mengancam konsekuensi bagi AS dan Israel setelah serangan yang menewaskan Ayatollah Khamenei.
Gelombang Duka Selimuti Teheran Pascakematian Khamenei. Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
Jogja -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyurati Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para anggota Dewan Keamanan PBB, terkait serangan Amerika dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Dilansir detikNews, Iran mengancam "konsekuensi yang mendalam dan luas" bagi mereka yang bertanggung jawab. Surat itu dikirim Senin (2/3) waktu setempat.

"Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, bukan hanya otoritas resmi tertinggi negara, tetapi juga tokoh agama yang dihormati oleh puluhan juta umat Muslim di seluruh kawasan dan dunia," tulis Araghchi dalam surat tersebut, dilansir media Iran, Press TV, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serangan seperti itu akan memiliki konsekuensi yang mendalam dan luas, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pelakunya," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Araghci menilai serangan yang dilakukan Amerika dan Israel terhadap Iran adalah perbuatan kejam dan barbar. Menurutnya tindakan kedua negara itu terencana dan tak dapat dibenarkan.

"Israel dan AS telah menargetkan Republik Islam itu dalam serangkaian tindakan agresif, terencana, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial" bangsa tersebut.

Agresi yang ditujukan terhadap Pemimpin Tertinggi itu dinilai menunjukkan sekutu dengan sengaja menargetkan otoritas resmi tertinggi dari Negara Anggota PBB yang independen.

Menyebut serangan itu sebagai "tindakan teroris pengecut," Araghchi mengatakan bahwa serangan itu dilakukan "dengan pelanggaran terang-terangan terhadap Pasal 2(4) Piagam PBB dan merupakan serangan langsung terhadap prinsip-prinsip paling mendasar dari hukum internasional, termasuk larangan penggunaan kekerasan, prinsip kesetaraan kedaulatan negara, dan kekebalan kepala negara."

Serangan yang disengaja terhadap pejabat tertinggi Iran merupakan pelanggaran berat dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap norma-norma paling mendasar yang mengatur hubungan antar negara," tegas Menlu Iran tersebut.




(afn/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads