Viral Pengemudi Vellfire Pukul Petugas SPBU Usai Ditolak Isi Pertalite

Jabodetabek

Viral Pengemudi Vellfire Pukul Petugas SPBU Usai Ditolak Isi Pertalite

Kurniawan Fadilah - detikJogja
Rabu, 25 Feb 2026 09:40 WIB
Polisi menangkap JMH, pemukul petugas di SPBU Cipinang, Jaktim. Saat ditolak mengisi BBM subsidi, oleh petugas SPBU, mobil JMH bernopol bodong alias palsu. (Antara/dok Pribadi)
Foto: Polisi menangkap JMH, pemukul petugas di SPBU Cipinang, Jaktim. Saat ditolak mengisi BBM subsidi, oleh petugas SPBU, mobil JMH bernopol bodong alias palsu. (Antara/dok Pribadi)
Jogja -

Petugas SPBU wilayah Cipinang, Jakarta Timur, mengalami pemukulan oleh seorang warga yang hendak mengisi BBM. Aksi pemukulan ini terekam CCTV dan viral di media sosial.

Dilansir detikNews, diketahui peristiwa pemukulan disebut terjadi pada Minggu (22/2) malam. Terlihat dalam video beredar pria diduga pemilik mobil Toyota Vellfire hendak mengisi BBM.

Pria itu kemudian terlihat menunjuk wajah petugas SPBU. Dia lalu memukul wajah petugas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melakukan pemukulan, pria tersebut sempat kembali ke dalam mobil. Pria itu keluar lagi dan kembali menghampiri petugas SPBU dan mengejarnya.

Tak lama setelahnya, pria itu keluar meninggalkan area SPBU dengan meninggalkan mobilnya. Ketika kembali, pria tersebut menunjuk-nunjuk seorang pria lainnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pria tersebut berinisial JMH dan telah ditangkap. JMH menggunakan nomor polisi (nopol) L-1-XD yang ternyata bodong alias palsu.

"Mengamankan pelaku di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Budi menjelaskan kejadian bermula saat JMH yang mengendarai Toyota Vellfire hendak mengisi Pertalite. Namun petugas menolak karena barcode yang ditujukkan tak sesuai identitas kendaraan.

"Kejadian bermula saat sebuah mobil Toyota Vellfire hitam hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Namun petugas SPBU menolak karena hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan, sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan,"

"Hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan," jelas Budi.

Pelaku juga ternyata sempat mengaku sebagai aparat kepada petugas SPBU tersebut. Budi memastikan pelaku bukan aparat kepolisian melainkan seorang wiraswasta.

"Pelaku berinisial JMH telah diamankan dan dipastikan bukan anggota kepolisian, melainkan warga sipil berprofesi wiraswasta," ungkap Budi.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads