Respons Trump soal Jenderalnya Minta AS Tak Perangi Iran

Internasional

Respons Trump soal Jenderalnya Minta AS Tak Perangi Iran

Novi Christiastuti - detikJogja
Selasa, 24 Feb 2026 17:08 WIB
Trump menanggapi kabar bahwa salah satu jenderal topnya tidak ingin AS berperang dengan Iran.
Trump Gelar Jamuan Makan Malam Gubernur di Gedung Putih Foto: REUTERS/Aaron Schwartz
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi pemberitaan media yang melaporkan salah satu jenderalnya menentang perang dengan Iran. Trump menyebut laporan semacam itu 'berita palsu'.

Laporan media AS dan Israel, seperti dikutip Al Arabiya via detikNews Selasa (24/2/2026), menyebut chairman Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, memeringatkan Washington supaya tidak gegabah menggempur Iran.

Peringatan itu diutarakan Caine setelah dalam beberapa pekan terakhir Trump berulang kali mengancam Teheran bahwa dia akan mengerahkan militer jika tidak ada kesepakatan dalam perundingan nuklir yang digelar kembali awal Februari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan laporan media-media soal Caine yang menentang perang AS lawan Iran "100 persen tidak benar".

ADVERTISEMENT

"Banyak cerita dari media berita palsu beredar, yang menyatakan bahwa Jenderal Daniel Caine, yang kadang-kadang dipanggil Razin, menentang perang kita dengan Iran. Cerita tersebut tidak menyebutkan siapa pun yang memiliki pengetahuan luas ini, dan 100 persen tidak benar," sebut Trump dalam pernyataannya.

"Jenderal Caine, sama seperti kita semuanya, tidak ingin melihat perang, tetapi jika keputusan telah dibuat untuk melawan Iran di level militer, menurut pendapatnya, itu akan menjadi sesuatu yang akan dimenangkan dengan mudah," ucapnya.

Caine Awasi Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran

Presiden 79 tahun tersebut melanjutkan, Caine justru menjadi sosok yang mengatur dan mengawasi serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran tahun lalu. Tepatnya, saat Iran berperang menghadapi Israel selama 12 hari.

"Razin Caine merupakan seorang pejuang yang hebat, dan mewakili militer paling kuat di dunia. Dia tidak pernah berbicara tentang tidak akan melawan Iran, atau bahkan serangan terbatas palsu yang telah saya baca, dia hanya mengetahui satu hal, yaitu bagaimana untuk MENANG dan, jika diperintahkan, dia akan memimpin," ujarnya.

Trump kemudian menyebut laporan-laporan media soal potensi perang antara AS dan Iran "ditulis secara tidak benar".

"Semua yang ditulis tentang potensi perang dengan Iran telah ditulis secara tidak benar, dan memang sengaja demikian," tuduh Trump dalam pernyataannya.

Beberapa pekan terakhir, media-media terkemuka AS melaporkan tentang potensi serangan AS terhadap Iran yang akan segera terjadi dan melaporkan detail soal rencana serangan itu. Seringkali, laporan tersebut menyimpulkan bahwa belum ada keputusan yang diambil oleh Trump.

"Saya yang membuat keputusan, saya lebih memilih ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara tersebut, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka," tegas Trump dalam pernyataannya.




(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads