- Teks Bacaan Bilal Tarawih 8 Rakaat 1. Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 1-2 2. Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 3-4 3. Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 5-6 4. Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 7-8
- Teks Bacaan Bilal Sholat Witir 3 Rakaat Setelah Tarawih 1. Bilal Sholat Witir Rakaat 1-2 2. Bilal Sholat Witir Rakaat 3
- Doa Setelah Sholat Tarawih
- FAQ Apa fungsi bacaan bilal dalam doa Tarawih dan Witir? Bolehkah sholat Tarawih dan Witir dilakukan tanpa bacaan bilal? Apakah bilal witir berbeda dengan bilal tarawih?
Sepanjang bulan Ramadan terdapat sebuah ibadah berupa sholat Tarawih yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim. Di dalam pengerjaannya terdapat bacaan bilal yang nantinya akan diucapkan oleh seseorang dan diikuti oleh jemaah sholat Tarawih.
Menukil dari buku 'Tuntutnan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet' tulisan Ibnu Watiniyah, bilal Tarawih dan bilal Witir adalah sebuah bacaan yang diucapkan oleh seorang bilal sebagai seruan untuk memulai sholat sunnah tersebut secara berjamaah. Biasanya bacaan bilal dilantunkan sebelum sholat dikerjakan hingga saat memasuki rakaat demi rakaat sepanjang Tarawih maupun Witir di bulan Ramadan.
Tak hanya lantunan bilal yang diserukan, para jemaah juga turut memberikan jawaban dengan lantunan tertentu. Biasanya bacaan bilal Tarawih diperuntukkan bagi pengerjaan sholat Tarawih 8 rakaat dan 3 rakaat sholat Witir maupun 20 rakaat sholat Tarawih serta 3 rakaat sholat Witir pula. Sebagai panduan, mari simak teks bilal Tarawih 11 rakaat yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi setiap muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teks Bacaan Bilal Tarawih 8 Rakaat
Sebelum mengerjakan sholat Tarawih, ada sebuah bacaan bilal yang bakal diucapkan oleh seorang bilal dan para jemaah akan menjawabnya dengan lantunan lain. Masih mengacu dari buku yang sama, berikut bacaan bilal Tarawih kepada jemaah sebagai seruan untuk mengerjakan sholat Tarawih:
صَلُّوا سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ.
Shallů sunnatat tarawihi jami'ata rahimakumullah.
Artinya: "Marilah kita shalat sunnah tarawih secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian (kita) semua."
Kemudian para jemaah dapat menjawab dengan lantunan:
الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Ash-shalătu là ilaha illallahu Muhammadur rasûlullah shallalllà 'alaihi wa sallam.
Artinya: "Shalat itu (mengikrarkan aktualisasi): Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Saw, adalah utusan Allah."
Selanjutnya, bacaan bilal Tarawih memiliki perbedaan antara rakaat yang satu dengan lainnya. Mengingat pengerjaan sholat Tarawih ada yang dua rakaat satu kali salam maupun empat rakaat satu kali salam, maka seruan bilal Tarawih bisa disesuaikan. Masih dihimpun dari buku yang sama, berikut bacaan bilal sholat Tarawih 8 rakaat.
1. Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 1-2
Bilal mengucapkan:
صَلُّوا سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Shallú sunnatat tarawihi jämi'ata rahimakumullah.
Artinya: "Marilah kita shalat sunnah tarawih secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua."
Jemaah menjawab:
الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Ash-shalâtu lå ilaha illallahu, wahdahu lå syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yahyi wa yumitu wa huwa 'alå kulli syai'in qadir.
Artinya: "Shalat itu (mengikrarkan aktualisasi): Tiada Tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
2. Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 3-4
Bilal mengucapkan:
فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Fadhalam minallahi ta'ala wa nimah. Allahumma shalli 'ala sayyidinâ Muhammadin.
"Anugerah dan nikmat itu datangnya dari Allah. Ya Allah Taală, curahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW."
Jemaah menjawab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ
Allahumma shalli 'alaih.
Artinya: "Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadanya (Nabi Muhammad SAW)."
3. Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 5-6
Bilal mengucapkan:
الخَلِيفَةُ الأَوَّلُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا أَبُو بَكْرٍ الصديق
Al-Khalifatul awwału amirul mukminin sayyidina Abů Bakar ash-Shiddiq.
Artinya: "Khalifah yang pertama adalah Amirul Mukminin Sayyidina Abu Bakar Shiddiq."
Jemaah menjawab:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Radhiyallahu 'anhu.
Artinya: "Semoga Allah meridhainya."
4. Bacaan Bilal Tarawih Rakaat 7-8
Bilal mengucapkan:
فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Fadhalam minallahi ta'älä wa nimah. Allahumma shalli 'alâ sayyidinâ Muhammadin.
Artinya: "Anugerah dan nikmat itu datangnya dari Allah. Ya Allah Taala, curahkannlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW."
Jemaah menjawab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ
Allahumma shalli 'alaih.
Artinya: "Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadanya (Nabi Muhammad SAW)."
Teks Bacaan Bilal Sholat Witir 3 Rakaat Setelah Tarawih
Setelah selesai menunaikan sholat Tarawih, terdapat kaum muslim yang melanjutkannya dengan mengerjakan sholat Witir berjamaah di masjid. Pengerjaan sholat Witir di bulan Ramadan umumnya dilakukan dalam jumlah 3 rakaat.
Inilah mengapa pengerjaan sholat Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat kerap dikenal sebagai Tarawih 11 rakaat. Berbeda dengan bilal Tarawih, terdapat lantunan tersendiri untuk bilal Witir di bulan Ramadan.
Dihimpun dari buku yang sama, yaitu 'Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet', berikut bacaan bilal Witir untuk pengerjaan 2 rakaat satu kali salam dilanjutkan 1 rakaat satu kali salam yang bisa dijadikan sebagai acuan.
1. Bilal Sholat Witir Rakaat 1-2
Bilal mengucapkan:
صَلُّوا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Shallü sunnatal witri rak'ataini jamiata rahimakumullah.
Artinya: "Marilah kita shalat sunnah witir dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua."
Jemaah menjawab:
رَحِمَكُمُ اللهُ
Rahimakumullah.
Artinya: "Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua."
Bilal mengucapkan:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'alå sayyidină Muhammadin.
Artinya: "Ya Allah Taala, curahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW."
Jemaah menjawab:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَيْهِ
Allahumma shalli wa salim 'alaih.
Artinya: "Ya Allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan kepadanya (Nabi Muhammad SAW)."
2. Bilal Sholat Witir Rakaat 3
Bilal mengucapkan:
صَلُّوا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Shallú sunnatal witri rak'atan jämi'ata rahimakumullah.
Artinya: "Marilah kita shalat sunnah witir satu rakaat secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua."
Jemaah menjawab:
رَحِمَكُمُ اللهُ
Rahimakumullah.
Artinya: "Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua."
Doa Setelah Sholat Tarawih
Selain diwarnai oleh bacaan bilal, ada juga sebuah bacaan doa yang bisa diamalkan oleh kaum muslim setelah menunaikan ibadah Tarawih di bulan Ramadan. Baik sholat Tarawih 11 rakaat maupun 23 rakaat beserta sholat Witirnya.
H Ahmad Zacky, SAg, MA, dalam bukunya 'Panduan Ibadah Salat Wajib dan Sunah Terlengkap' menyebut ada sebuah bacaan doa yang bisa dibaca setelah sholat Tarawih. Adapun bacaan yang dimaksud:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَذِيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِينَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِينَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِينِ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِينَ. وَعَلَى سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ، وَبِحُوْرِ عِيْنِ مُتَزَوَجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيبَاجٍ مُتَلَبِسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنِ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصَّدِيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا . ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا
Allaahumaj'alnaa bil iimaani kaamiliin. Wa lil faraaidhi muaddiin. Wa 'alash shalawaati muhaafidziin. Wa lizzakaati faa'iliin. Wa limaa 'indaka thaalibiin. Wa li'afwika raajiin. Wa bilhudaa mutamassikiin. Wa 'anil laghwi mu'ridhiin. Wa fid-dunyaa zaahidiin. Wa fil aakhirati raaghibiin. Wa bilqadhaa-i raadhiin. Wa bin na'maa-i syaakiriin. Wa 'alal balaa-i shaabiriin. Wa tahta liwaa-i sayyidina muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama yaumal qiyaamati saa-iriin. Wa 'alal haudhi waaridiin. Wa fil jannati daakhiliin. Wa 'alaa sariiratil karaamati qaa'idiin. Wa bihuurin 'iin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha'aamil jannati aakiliin. wa min labanin wa 'asalin mushaffaini syaaribiin. Bi akwaabin wa abaariqa wa ka'sin min ma'iin. Ma'alladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiin, washshidiqiin, wasysyuhadaa-i washshaalihiin, wa hasuna ulaaika rafiiqaa, dzaalikal fadhlu minallaahi wakafaa billaahi 'aliimin.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang rida dengan qada-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang salih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Demikian tadi bacaan bilal Tarawih 11 rakaat beserta bilal Witir dan doa setelah sholat Tarawih di bulan Ramadan. Semoga membantu.
FAQ
Apa fungsi bacaan bilal dalam doa Tarawih dan Witir?
Bacaan bilal berfungsi sebagai seruan dan pengingat bagi jemaah untuk memulai sholat Tarawih atau Witir secara berjamaah. Selain itu, bilal membantu menjaga keteraturan rakaat serta memberi jeda antar sholat agar jemaah bisa lebih siap melanjutkan sholatnya.
Bolehkah sholat Tarawih dan Witir dilakukan tanpa bacaan bilal?
Bacaan bilal bukan rukun sholat, melainkan bagian dari tradisi dan pelengkap ibadah berjamaah. Jika sholat dilakukan tanpa bilal, baik karena kondisi tertentu atau pilihan, maka sholat Tarawih dan Witir tetap sah.
Apakah bilal witir berbeda dengan bilal tarawih?
Bacaan bilal Witir memiliki lafaz tersendiri yang menyesuaikan jumlah rakaat Witir, baik dua rakaat maupun satu rakaat penutup. Bacaan ini menandai peralihan dari sholat Tarawih ke sholat Witir sebagai penutup ibadah malam Ramadhan.
(sto/apl)












































Komentar Terbanyak
Terungkap Alasan Alvi Tega Mutilasi Kekasih Jadi Ratusan Potong
Jusuf Kalla Ajak Masjid Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Timur Tengah
Trump Nggak Happy Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran