Patuk Kaki Warga Sulsel, Piton 7 Meter Dipotong Ramai-ramai di Hutan

Regional

Patuk Kaki Warga Sulsel, Piton 7 Meter Dipotong Ramai-ramai di Hutan

Nur Hidayat Said - detikJogja
Senin, 09 Feb 2026 08:47 WIB
Ilustrasi ular piton
Ilustrasi ular piton. Foto: iStock
Jogja -

Seekor ular piton sepanjang tujuh meter dibunuh warga beramai-ramai di hutan seusai mematuk kaki seorang peternak, Anto (30), di area hutan Kecamatan Bontomanai, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dilansir detikSulsel, peristiwa itu berawal saat korban hendak memberi makan ternak sapinya di area hutan Buhung Bo'dong, Desa Bontokoraang, Kecamatan Bontomanai, pada Sabtu (7/2) sore.

Ular itu muncul secara mendadak dan langsung menyambar dan mematuk kaki korban. Beruntung korban berhasil meloloskan diri sebelum dililit ular tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak sempat dililit karena langsung ji bisa menyelamatkan diri. Ularnya ular panjang, besar. Sekitar 7 meteran," kata Kepala Desa Bontokoraang Nur Alim, Minggu (8/2/2026), dikutip dari detikSulsel.

"Kan dia itu peternak sapi. Jadi dia sapinya pergi kasih makan. Jadi dipatuk (kakinya) mi," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Korban kemudian kembali ke kampung untuk meminta bantuan warga. Warga yang mendatangi lokasi kemudian mengeksekusi piton itu secara ramai-ramai.

"Dia (korban) pergi ke kampung kasih tahu masyarakat. Masyarakat mi yang pergi bunuh itu ular ramai-ramai. (Ularnya) dipotong-potong di hutan. Dibuang, dibakar," ujar Alim.

Korban sempat dilarikan ke RSUD KH Hayyung, namun kondisinya sudah stabil. Dia menyebut penanganan medis segera dilakukan sesaat setelah korban tiba di rumah sakit.

"Sehat ji. Sempat (dibawa ke rumah sakit)," ucapnya.

Bukan kali ini saja teror ular terjadi di Desa Bontokoraang. Sebelumnya, insiden serupa menimpa pelajar yang sedang melintas menggunakan motor.

"Ada wargaku anak SMP pulang dari sekolah. Dia di atas motor langsung dipatuk. Itu sekitar 10 hari lalu. 4 meter itu ular. Dibunuh juga itu ular," ucap Alim.

Pemerintah desa meminta masyarakat waspada terutama saat memasuki area hutan di musim hujan. Kondisi cuaca yang lembap diduga menjadi penyebab utama satwa liar tersebut mulai keluar mencari mangsa hingga ke permukiman.

"Iya, saya sudah sampaikan bahwasanya harus hati-hati kalau masuk hutan karena ular juga itu sudah masuk di permukiman. Ini kan hujan, itu ular keluar," pungkas Alim.



(dil/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads