Aparat Minta Maaf Buntut Curigai Penjual Es Kue Jadul Berbahan Spons

Jabodetabek

Aparat Minta Maaf Buntut Curigai Penjual Es Kue Jadul Berbahan Spons

Wildan Noviansah - detikJogja
Selasa, 27 Jan 2026 13:21 WIB
Aparat Minta Maaf Buntut Curigai Penjual Es Kue Jadul Berbahan Spons
Dua aparat saat menuding kakek penjual es jadul berbahan spons yang viral di media sosial. (Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar)
Jogja -

Aparat TNI dan Polri sempat mengamankan penjual es kue jadul karena dicurigai mengandung bahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus). Kini aparat tersebut meminta maaf karena penjual es kue jadul itu tak menggunakan bahan berbahaya.

Permintaan maaf itu disampaikan Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi di Aula Mako Polsek Kemayoran, Senin (26/1) malam. Mereka juga didampingi Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar, Babinsa Kelurahan Utan Pajang Heri, Ketua RW 05 Kelurahan Utan Panjang sebagai pelapor, dan Ketua RT 10 RW 05.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Aiptu Ikhwan dalam keterangannya yang diterima wartawan, dilansir detikNews, Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ikhwan mengatakan aksi itu dia lakukan bersama Babinsa setempat sebagai respons cepat terhadap laporan masyarakat. Disebutkan ada kekhawatiran peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka. Oleh karena itu, pihaknya ingin memberikan rasa aman ke masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," jelasnya.

Aparat TNI dan Polri meminta maaf soal es kue jadul yang sempat viral di medsos.Aparat TNI dan Polri meminta maaf soal es kue jadul yang sempat viral di medsos. Foto: Aparat TNI dan Polri meminta maaf soal es kue jadul yang sempat viral di medsos. (dok. Polres Jakpus)

Mereka pun meminta maaf karena telah menyimpulkan tanpa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor). Ikhwan mengaku tak berniat mencemarkan nama baik pedagang tersebut.

"Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga. Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami," kata dia.

Mereka sepakat kasus ini menjadi pembelajaran. Ke depan pihaknya bakal mengedepankan prinsip kehati-hatian sebelum menyebarkan informasi ke masyarakat luas.

"Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah. Kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh warga," imbuhnya.

Hasil Uji Labfor

Sebelumnya, polisi menyelidiki viral penemuan es kue jadul yang diduga berbahan spons di Kemayoran, Jakpus. Hasil labfor menyatakan tidak ada bahan berbahaya pada makanan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya. Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat dipastikan aman dan laik dikonsumsi.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya. Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk hasil resmi masih menunggu proses uji," Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangannya, Minggu (25/1).

Tim penyidik dari Krimsus juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok. Roby memastikan tidak ada penggunaan spons pada es tersebut seperti yang dinarasikan di media sosial.

"Hasilnya tetap konsisten tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial," ujarnya.

Setelah seluruh pemeriksaan dinyatakan aman, pedagang bernama Sudrajat dipulangkan kembali ke rumahnya di Kota Depok. Polisi juga memberikan penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan untuk pemeriksaan.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads