6 Kegunaan Cushion untuk Make Up, Dipakai Setelah Apa?

Anindya Milagsita - detikJogja
Minggu, 30 Nov 2025 10:17 WIB
Ilustrasi memakai cushion. (Foto: dok. iStock)
Jogja -

Saat merias wajah biasanya ada lebih dari satu produk yang digunakan oleh seseorang agar mendapatkan hasil tampilan wajah yang lebih segar hingga bercahaya. Termasuk cushion yang selama ini dikenal sebagai alternatif dalam memadukan foundation dan bedak.

Apa itu cushion? Menurut buku 'Why? Makeup and Cosmetic - Riasan dan Kosmetik' oleh YeaRimDang, cushion adalah produk kombinasi antara foundation dan bedak. Hal ini membuat cushion bisa bertindak sebagai foundation maupun bedak pada riasan wajah.

Produk cushion biasanya diwujudkan dalam kemasan yang mirip seperti bedak, tapi dilengkapi dengan cairan yang menyerupai foundation. Saat bantalan cushion ditekan, maka akan muncul cairan yang bisa diaplikasikan pada bagian wajah.

Nah, dengan adanya cushion ini, bisa meratakan warna kulit sekaligus menyamarkan noda-noda yang muncul. Hal tersebut yang membuat cushion jadi andalan tersendiri bagi tidak sedikit orang. Lantas, apa kegunaan cushion untuk make up secara lengkap? Berikut ulasannya.

Poin Utamanya:

  • Cushion bisa memberikan efek yang natural dan melembapkan, tapi tetap terasa ringan saat digunakan.
  • Coverage yang merata dan penggunaan cushion yang praktis membuat produk ini bisa cukup diandalkan.
  • Penggunaan cushion bisa dilakukan setelah mengaplikasikan pelembap, primer, atau concealer sesuai dengan kebutuhan kulit wajah.

6 Kegunaan Cushion untuk Make Up

Apa saja ya fungsi cushion? Dihimpun dari laman The Beauty Edit, Byrdie, hingga Tatler Asia, berikut beberapa kegunaan cushion dalam rangkaian make up.

1. Hasil Lebih Natural

Salah satu kegunaan cushion pada riasan wajah adalah mampu memberikan hasil yang lebih natural. Beberapa orang mungkin menyadari penggunaan foundation akan terasa terlalu tebal saat digunakan pada saat-saat tertentu. Sebaliknya, hanya menggunakan bedak saja juga belum terasa cukup karena hasilnya yang tidak terlalu terlihat.

Nah, cushion ini bak solusi yang bisa dipilih oleh siapa saja yang ingin mendapatkan hasil riasan lebih natural, tapi tetap terlihat memberikan efek glowing. Bisa dibilang cushion adalah alas bedak ringan yang mampu meningkatkan efek cerah dan segar pada bagian kulit wajah.

Tak hanya itu saja, hasil akhir dari cushion juga tampak lebih natural, sehingga dianggap cocok digunakan dalam keseharian. Hasilnya yang ringan membuat penggunaan produk ini terasa nyaman dalam rutinitas sehari-hari.

2. Melembapkan Wajah

Selanjutnya, kegunaan cushion juga dapat bersifat melembapkan. Sebagian orang mungkin akan merasa kulitnya cukup kering saat menggunakan bedak saja tanpa diberi alas bedak. Untuk itu, adanya cushion ini dapat membantu agar kulit tetap dalam kondisi yang lembap.

Cushion punya formula yang cair dan dikemas dalam wujud compact. Hal inilah yang membuat cushion cenderung mudah dibawa ke mana-mana. Salah satunya bisa digunakan untuk retouch agar tampilan wajah bisa segar sepanjang hari.

Dengan mengaplikasikan cushion, wajah bisa tampak lebih lembap dan juga kenyal. Ini yang membuat penggunaan cushion bisa menciptakan riasan wajah yang lebih optimal.

3. Memperluas Coverage Make Up

Fungsi cushion lainnya yang tak kalah memaksimalkan riasan di wajah adalah coverage yang luas. Perpaduan antara foundation dan bedak ini bisa digunakan untuk memperbaiki warna kulit yang tidak merata. Menjadikannya sebuah produk yang cukup diandalkan dalam menyamarkan noda hitam, bekas jerawat, hingga bagian kulit yang pigmentasinya tidak merata.

Kendati cushion cukup ringan untuk digunakan, tapi bisa dibilang hasilnya cukup memukau. Bahkan setiap orang juga bisa menyesuaikan tingkat ketebalan dalam menggunakan cushion ini. Misalnya saja jika ingin mendapatkan tampilan yang segar dan natural, bisa diaplikasikan secara tipis-tipis.

Sebaliknya, apabila ingin menutupi noda-noda yang ada pada bagian wajah tertentu, maka bisa diaplikasikan secara lebih tebal. Penggunaan concealer juga patut dipertimbangkan sebelum menggunakan cushion ini.

4. Mudah Diaplikasikan

Tidak hanya fungsinya sebagai alas bedak ringan untuk menyamarkan warna kulit atau menutupi bagian tertentu pada wajah, cushion juga dikenal mudah diaplikasikan. Bahkan beberapa orang mungkin yang baru belajar make up mungkin akan memilih cushion karena pengaplikasiannya yang mudah.

Kemasannya yang mirip seperti bedak membuat cushion mudah diaplikasikan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penggunaan cushion bisa dengan menekan bagian bantalannya menggunakan spons. Nantinya akan ada cairan yang menyerupai foundation muncul.

Setelah itu, cairan yang telah menempel di bagian spons bisa langsung diaplikasikan pada wajah. Hal inilah yang membuat penggunaan cushion tidak hanya sekadar mudah saja, tapi juga cukup praktis untuk diaplikasikan dalam keseharian.

5. Memiliki Kandungan Lengkap

Beberapa produk cushion ternyata sudah dilengkapi dengan kandungan yang cukup lengkap, termasuk SPF yang mampu melindungi kulit dari sinar UV. Manfaat cushion sebagai lapisan perlindungan dari sinar matahari menjadikan produk ini menjadi andalan bagi sebagian orang. Termasuk mereka yang mungkin memiliki waktu terbatas, sehingga memerlukan produk yang fungsinya lengkap.

Kendati begitu, untuk mendapatkan perlindungan dari sinar UV secara lebih maksimal, ada baiknya kamu tetap menggunakan tabir surya atau sunscreen. Ini dikarenakan tidak semua produk cushion dilengkapi dengan SPF.

Membaca baik-baik instruksi yang ada di kemasan menjadi hal penting untuk dilakukan. Terutama memastikan cushion yang akan dibeli sudah memiliki kandungan SPF atau belum di dalamnya.

6. Efek yang Tahan Lama

Beberapa produk cushion memiliki klaim yang mampu tahan dalam beberapa waktu tertentu. Namun, sebagian di antaranya mungkin tidak cukup lama digunakan, sehingga perlu tetap dilakukannya re-touch agar tampilan semakin terlihat optimal.

Nah, untuk mendapatkan hasil riasan yang tahan lama menggunakan cushion, ada tips sederhana yang bisa dilakukan. Caranya dengan menepuk-nepuk spons cushion saat diaplikasikan pada wajah. Alih-alih menggosok atau menariknya, gunakan spons cushion dengan cara ditepuk-tepuk.

Kemudian lakukan gerakan menepuk dengan lembut agar cairan cushion bisa lebih merata pada bagian kulit. Kemudian aplikasikan bedak tabur agar dapat 'mengunci' produk cushion yang sudah digunakan sebelumnya.

Cushion Make Up Dipakai Setelah Apa?

Nah, kalau tadi sudah ada sejumlah kegunaan cushion yang mampu memberikan tampilan maksimal pada riasan wajah, kini saatnya untuk memahami cara pakainya. Termasuk saat penggunaan yang tepat dalam rangkaian riasan wajah.

Menurut buku 'Panduan Praktis Menjaga Peralatan Make Up Tetap Awet dan Nyaman Dipakai' karya Vanesa Adisa, penggunaan cushion bisa diaplikasikan pada bagian wajah setelah menggunakan concealer. Biasanya concealer tidak perlu diaplikasikan di seluruh permukaan wajah, melainkan hanya beberapa titik yang dirasa perlu disamarkan noda atau bekas jerawatnya.

Beberapa orang menggunakan concealer pada bagian kantong mata yang gelap. Nah, setelah menggunakan concealer, bisa dilanjutkan dengan penggunaan cushion. Sebagai bagian dari foundation, cushion bisa membantu meratakan warna kulit.

Namun demikian, ada juga alternatif penggunaan tabir surya atau pelembap sebelum mengaplikasikan cushion. Masih mengacu pada laman Tatler Asia, sebelum memakai cushion, pastikan untuk mengoleskan pelembap yang ringan. Produk primer juga bisa ditambahkan pada tahapan sebelumnya apabila ingin riasan lebih tahan lama lagi.

Aplikasikan cushion dengan pemilihan warna yang sesuai dengan warna kulit. Hal ini dilakukan agar hasil akhir yang ditampilkan nantinya tidak keabu-abuan dan justru memberikan efek yang mencerahkan hingga bersinar.

Demikian beberapa kegunaan cushion untuk make up dan waktu pemakaiannya. Semoga bermanfaat!




(sto/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler
detikNetwork