Gunung Bromo erupsi pada Kamis (5/11/2026) sore, dan menyemburkan abu vulkanik setinggi 500 meter di atas puncak kawah. Meski demikian, erupsi tidak berdampak pada kunjungan wisatawan.
Pada hari ini, Jumat (6/11/2026), wisatawan masih normal. Jip masih tampak hilir mudik membawa wisatawan ke Penanjakan hingga lautan pasir.
"Wisatawan tetap normal meski kemarin erupsi," kata pengemudi jip, Aldis, Jumat siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, wisatawan datang dari berbagai daerah hingga luar pulau. Aldis mengaku hari ini membawa wisatawan dari Bangka Belitung.
"Saya bawa rombongan bidan dari Babel. Saya bawa ke lautan pasir. Aman, asal tidak ke kawah," jelasnya.
Senada dengan hal itu, tokoh warga setempat Widian Dharma Singgih menyebut wisatawan juga tidak ada yang membatalkan kunjungan.
"Nggak ada yang membatalkan kunjungan," terangnya.
Sebagai informasi, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Bromo pada 5 November 2026 tercatat 656 orang. Rinciannya, 617 wisatawan merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan 39 wisatawan warga negara asing (WNA).
Sementara itu, pada 6 November 2026 hingga pukul 11.00 WIB, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 857 orang. Terdiri dari 813 WNI dan 44 WNA. Jumlah tersebut bertambah 201 kunjungan dibandingkan total wisatawan pada hari sebelumnya.
Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) sore. Kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak kawah.
Berdasarkan data pengamatan gunung api, erupsi terjadi pada pukul 17.11 WIB. Aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi selama 46 detik.
