Sumber Umbul Gemulo, Wisata Air dan Tradisi di Kota Batu

Sumber Umbul Gemulo, Wisata Air dan Tradisi di Kota Batu

Arya Agung Raharjo - detikJatim
Selasa, 29 Sep 2026 12:00 WIB
Wisata Sumber Umbul Gemulo di Kota Batu.
Wisata Sumber Umbul Gemulo di Kota Batu. Foto: Arya Agung Raharjo/detikJatim
Kota Batu -

Di tengah kawasan hijau Kota Batu, terdapat salah satu sumber air yang menjadi objek wisata terkenal, yakni Sumber Umbul Gemulo. Wisata ini menawarkan pemandian air pegunungan dengan panorama alam yang menyejukkan mata. Lokasinya berada di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Selain wisata air, Sumber Umbul Gemulo juga kaya dengan tradisi dan budaya. Salah satunya adalah Metri Sumber, ritual turun-temurun yang diisi dengan kegiatan berdoa dan makan bersama.

Dalam perkembangannya, Sumber Umbul Gemulo juga sempat menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemanfaatan kawasan. Kondisi tersebut kemudian mendorong masyarakat untuk melakukan penataan dan perbaikan secara gotong royong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upaya tersebut tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menambah sejumlah fasilitas untuk membuat kawasan Sumber Umbul Gemulo lebih nyaman dan dapat dimanfaatkan bersama.

Sejarah Sumber Umbul Gemulo

Sumber Umbul Gemulo telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Bulukerto sejak berabad-abad lalu. Menurut keterangan Mbah Misto, Ketua Lembaga Adat Desa Bulukerto, nama Sumber Umbul Gemulo berkaitan dengan tokoh yang melakukan 'babat alas' atau membuka lahan untuk pemukiman di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Tokoh yang dimaksud adalah Mbah Umbul Sari, sosok yang dianggap berjasa bagi masyarakat Desa Bulukerto. Untuk menghormati jasanya, masyarakat kemudian mengabadikan nama tersebut sebagai nama Sumber Umbul Gemulo.

Selain itu, nama Desa Bulukerto sendiri berasal dari kata "bulu" yang merujuk pada pohon bulu, dan "kerto" yang berarti ramai. Secara sederhana, Bulukerto dimaknai sebagai kawasan dengan pohon bulu yang ramai dikunjungi dan dikelilingi sejumlah pedukuhan.

Sumber Umbul Gemulo tak hanya menjadi objek wisata alam, tetapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Aliran airnya dimanfaatkan untuk mengairi sawah dan perkebunan, serta memenuhi kebutuhan rumah tangga. Debit air di sumber tersebut mencapai 4,81 liter per detik.

Masyarakat pun rutin membersihkan area di sekitar sumber. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sekaligus merawat peninggalan leluhur serta mempertahankan sumber air yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan warga.

Tradisi Metri Sumber

Metri Sumber merupakan ritual adat Desa Bulukerto sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di punden yang berada di dekat Sumber Umbul Gemulo.

Selain untuk menghormati leluhur, ritual tersebut juga menjadi salah satu upaya masyarakat menjaga Desa Bulukerto dari eksploitasi alam.

Wisata Sumber Umbul Gemulo di Kota Batu.Wisata Sumber Umbul Gemulo di Kota Batu. Foto: Arya Agung Raharjo/detikJatim

Rangkaian kegiatan Metri Sumber diisi dengan doa bersama dan makan-makan. Dalam prosesi doa, dupa digunakan sebagai perantara yang memiliki makna simbolik. Asap dupa yang mengarah ke langit dimaknai sebagai gambaran doa yang dipanjatkan bersama agar dapat sampai dan diterima oleh Yang Maha Kuasa.

Sementara itu, kegiatan makan bersama menggunakan tumpeng dan aneka lauk. Bentuk kerucut pada tumpeng dimaknai sebagai simbol doa yang telah terkabul karena masyarakat senantiasa memusatkan segala sesuatu kepada Yang Maha Kuasa.

Daya Tarik Sumber Umbul Gemulo

Wisata Sumber Umbul Gemulo tidak memungut biaya tiket masuk. Fasilitas yang tersedia juga cukup memadai untuk menunjang kenyamanan wisatawan.

Terdapat CCTV dan petugas parkir yang membantu menjaga keamanan, sehingga pengunjung dapat menikmati Sumber Umbul Gemulo dengan lebih nyaman.

Air yang berasal dari dataran tinggi serta suasana rindang turut menambah kesejukan. Sumber Umbul Gemulo cocok menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin sejenak melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan dengan menikmati suasana alam khas dataran tinggi.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads