Pelaku Wisata di Pasuruan Demo Desak Bromo Dibuka Lagi

Pelaku Wisata di Pasuruan Demo Desak Bromo Dibuka Lagi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 18 Sep 2026 15:06 WIB
Ratusan pelaku wisata demo di loket masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Ratusan pelaku wisata demo di loket masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) (Foto: Dok. Istimewa)
Pasuruan -

Ratusan pelaku wisata demo di loket masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Mereka menuntut kawasan wisata Bromo segera dibuka lagi.

Aksi demo diikuti sekitar 300 orang. Mereka merupakan sopir jip, tukang ojek hingga pedagang di kawasan Tosari. "Kami menuntut Bromo dibuka," kata salah satu peserta demo yang tidak mau menyebut nama, Jumat (18/9/2026).

Peserta demo merupakan pelaku wisata Bromo di Brang Kulon atau Tosari, Pasuruan. Mereka menuntut pembukaan kawasan wisata, setidaknya di wilayah Pasuruan seperti kawasan Penanjakan dan Dingklik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pelaku wisata juga merasa wilayah Pasuruan diperlakukan tidak adil dengan penutupan. Pasalnya kawasan Seruni Point di Probolinggo masih dibuka.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Tosari AKP Sumbut Pujaningwang mengatakan aksi berlangsung tertib. Meski demikian petugas kepolisian tetap berjaga.

"Penyampaian aspirasi tertib," kata Sumbut memimpin anggotanya melakukan pengamanan.

Balai Besar TNBTS menutup kawasan Bromo untuk aktivitas wisata sejak Sabtu (12/9/2026). Keputusan tersebut disampaikan Balai Besar TNBTS melalui Pengumuman Nomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 tentang Penutupan Total Kawasan Wisata Gunung Bromo dari Aktivitas Wisata, yang dikeluarkan di Malang pada 12 September 2026.

Dalam pengumumannya, Balai Besar TNBTS menyebut kondisi musim kemarau membuat vegetasi, khususnya rerumputan, berada dalam kondisi kering. Kondisi tersebut ditambah potensi angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.

Selain itu, asap di sekitar kawasan terdampak dilaporkan semakin tebal. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu jarak pandang dan mobilitas serta membahayakan keamanan dan keselamatan pengunjung.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads