Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi menutup jalur pendakian Gunung Semeru. Akibat dampak kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di kawasan Blok Ranu Kembang.
Kebijakan itu berdampak langsung pada ribuan calon pendaki yang telah merencanakan perjalanan menuju puncak tertinggi di Pulau Jawa tersebut hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Penutupan itu memicu pembatalan rencana perjalanan ratusan rombongan yang sebelumnya telah mengamankan tiket resmi secara daring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data tercatat, seluruh pendaki terdampak semula dijadwalkan melakukan aktivitas pendakian dalam rentang waktu 27 Agustus hingga 2 September 2026.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengonfirmasi detail jumlah pengunjung yang gagal mendaki akibat peristiwa tersebut.
"Kalau yang terdampak ada 162 kelompok, yakni 1.217 WNI dan 18 WNA," ujar Endrip saat dikonfirmasi pada Senin (31/8/2026).
Balai Besar TNBTS memfasilitasi dua skema solusi bagi para pemegang tiket, yakni opsi pengembalian dana (refund) secara penuh atau penjadwalan ulang (reschedule) tanpa dikenakan biaya tambahan.
Berdasarkan pengumuman resmi yang telah disampaikan dana pengembalian akan ditransfer secara langsung ke rekening pengunjung dengan perkiraan waktu proses 3 hingga 14 hari kerja setelah verifikasi data selesai.
Bagi pengunjung yang memilih opsi penjadwalan ulang, Balai Besar TNBTS menawarkan masa kunjungan baru mulai 15 September hingga 30 November 2026.
Namun, pengelola menerapkan aturan ketat untuk mencegah penyalahgunaan tiket, di mana data pendaki harus identik dengan pemesanan awal dan tidak diperkenankan melakukan pergantian anggota rombongan.
Seluruh proses administrasi pembatalan dan penjadwalan ulang wajib diselesaikan calon pendaki sebelum tenggat waktu pengisian formulir pada 11 September 2026.
Kendati skema dan tenggat waktu telah dibuka secara resmi sejak akhir Agustus, Endrip mengungkapkan bahwa sejauh ini para calon pengunjung masih belum memanfaatkan fasilitas koordinasi tersebut.
"Belum ada yang mengisi formulir," pungkasnya.
