Kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih terbakar. Petugas gabungan hingga kini terus melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.
Petugas gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI, dan Polri masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan TNBTS.
Kebakaran berada di kawasan Ayek-Ayek dan Pangonan Cilik. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pemadaman secara manual dengan menggunakan ranting pohon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, petugas juga melakukan penyekatan untuk mencegah api merambat lebih luas ke kawasan hutan di sekitarnya.
"Kita upayakan agar api tidak terus meluas. Kita lakukan penyemprotan dan penyekatan," ujar petugas BPBD Kabupaten Lumajang, Rosyid, kepada detikJatim, Minggu (30/8/2026).
Hingga saat ini, api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas gabungan. Upaya pemadaman terkendala medan yang terjal dan curam serta jauhnya sumber air.
Petugas bahkan harus mengambil air dari lokasi yang berjarak sekitar tiga kilometer untuk melakukan penyemprotan menggunakan jet shooter.
"Ada lokasi yang sulit dijangkau, selain itu juga sumber air yang jauh. Kita ambil air 3 kilometer," kata Rosyid.
Selain pemadaman dari darat, upaya pemadaman juga dilakukan melalui udara dengan metode water bombing menggunakan helikopter.
Diberitakan sebelumnya, Hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tercatat mulai terbakar pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kebakaran pertama kali terdeteksi di Kawasan Ranu Kembar yang berada di atas Ranu Kumbolo.
Warga dan calon pendaki diimbau untuk tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi penutupan jalur yang telah ditetapkan.
