Hari Pertama Dibuka Usai Kebakaran, Ribuan Wisatawan Serbu Bromo

Hari Pertama Dibuka Usai Kebakaran, Ribuan Wisatawan Serbu Bromo

M Rofiq - detikJatim
Kamis, 20 Agu 2026 17:00 WIB
Gunung Bromo Kembali Dibuka Usai Karhutla
Gunung Bromo dibuka kembali usai karhutla/Foto: M Rofiq/detikJatim
Probolinggo -

Kawasan wisata Gunung Bromo resmi kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Sebelumnya, Bromo sempat ditutup selama 13 hari akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Antusiasme wisatawan langsung terlihat pada hari pertama pembukaan. Hingga Kamis siang, tercatat 1.068 wisatawan telah memasuki kawasan wisata Bromo melalui sejumlah pintu masuk.

Kepala Bidang Pengelolaan Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Septi Eka Wardani mengatakan, jumlah tersebut merupakan akumulasi wisatawan yang masuk melalui pintu Malang, Probolinggo, serta pintu masuk lainnya yang menjadi akses menuju kawasan wisata Bromo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah dibuka, antusias wisatawan cukup tinggi. Untuk hari ini tercatat 1.068 orang yang sudah masuk ke kawasan wisata Bromo. Ini total dari pintu Malang, pintu Probolinggo dan pintu lainnya," ujar Septi, Kamis (20/8/2026).

ADVERTISEMENT

Salah seorang wisatawan asal Palembang, Yayang Ingriani, mengaku sangat senang akhirnya dapat mengunjungi Bromo setelah sempat mendapat kabar mengenai penutupan kawasan akibat karhutla.

"Senang banget. Kemarin aku sedih karena ternyata kabarnya ditutup. Tapi Alhamdulillah dapat kabar baru dibuka lagi hari ini. Beruntung banget akhirnya bisa datang ke Bromo," kata Yayang.

Ia mengetahui informasi mengenai pembukaan kembali Bromo dari pihak travel yang digunakannya. Setelah tiba di kawasan Bromo, Yayang mengaku terpukau dengan pemandangan yang disuguhkan.

"Bagus sekali, unreal. Beneran, Masyaallah, keren sekali," ujarnya.

Pascapembukaan kembali kawasan wisata, pihak TNBTS memastikan langkah antisipasi kebakaran tetap diperketat. Petugas disiagakan untuk melakukan patroli dan memantau lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Septi mengatakan, seluruh petugas TNBTS tetap bersiaga dan melakukan pemantauan secara berkala, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan rawan tersulut api.

"Yang pertama, kami semua petugas dari TNBTS tetap stand by untuk selalu melaksanakan patroli. Kami memantau setiap lokasi yang rawan terhadap karhutla," jelasnya.

TNBTS juga mengimbau seluruh wisatawan, pelaku usaha wisata, warga, maupun masyarakat yang melintas di dalam kawasan konservasi untuk berhati-hati terhadap penggunaan sumber api.

Imbauan tersebut terutama ditujukan terhadap penggunaan rokok, korek api, maupun benda lain yang dapat menjadi pemantik api.

"Mohon untuk berhati-hati sekali, karena sekarang musim kemarau. Semua sangat kering dan gampang sekali tersulut api. Ketika ada pemantik sedikit saja, bisa menyebabkan kebakaran yang cukup luas seperti yang sudah terjadi kemarin," ungkap Septi.

Imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi wisatawan yang berkunjung ke Bromo, tetapi juga seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Septi menegaskan, kewaspadaan terhadap potensi karhutla tidak hanya diterapkan di kawasan Bromo. Kondisi serupa juga menjadi perhatian di kawasan Semeru, termasuk jalur pendakian dan kawasan Ranu Kumbolo yang memiliki vegetasi kering pada musim kemarau.

"Jadi tidak cuma yang di kawasan Bromo. Kita juga ada kawasan Semeru. Di sana kondisinya sama, kering, di sana ada savana. Yang melakukan pendakian Ranu Kumbolo, kami juga mengimbau kepada semuanya untuk berhati-hati sekali terhadap penggunaan api," katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah wisatawan setelah pembukaan kembali Bromo, terutama hingga akhir pekan, TNBTS tetap memberlakukan kuota kunjungan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Petugas juga ditempatkan di sejumlah pintu masuk serta dikerahkan secara mobile untuk melakukan pengawasan di lapangan.

"Kami tetap membuka kuota sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Kemudian kami tempatkan petugas-petugas yang ada di pintu masuk dan juga petugas yang mobile. Mereka melakukan patroli di lokasi-lokasi tadi, termasuk di lokasi-lokasi yang dikunjungi oleh wisatawan," pungkas Septi.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads