Kawasan wisata Gunung Bromo resmi kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 00.01 WIB, setelah sebelumnya ditutup selama 13 hari akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dibukanya kembali kawasan Bromo langsung disambut antusias wisatawan dan para pelaku usaha jasa wisata.
Aktivitas kunjungan mulai terlihat menggeliat, sementara perekonomian masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata perlahan kembali normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang wisatawan asal Surabaya, Dikirullah (34), mengaku senang dengan kembali dibukanya kawasan Gunung Bromo. Ia datang bersama istrinya dan mengaku kunjungan kali ini merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya berencana datang pada 15 Agustus kemarin.
"Dengan dibukanya Bromo, sudah seru lagi untuk kunjungan wisata. Cuma untuk alamnya memang belum sempurna," ujar Dikirullah, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, rencana kunjungannya pada 15 Agustus sebelumnya harus dijadwalkan ulang karena kawasan wisata masih belum dibuka karena ada bencana karhutla. Setelah pembukaan resmi pada Kamis dini hari, ia pun kembali datang untuk menikmati suasana Bromo.
Dikirullah mengaku kunjungan ke Gunung Bromo bukan yang pertama baginya. Ia tercatat sudah empat kali mengunjungi kawasan wisata tersebut.
Pascakebakaran, ia juga mengimbau wisatawan agar lebih peduli terhadap kelestarian alam. Pengunjung diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menjaga kebersihan selama berada di kawasan wisata.
"Untuk para pengunjung, jangan buang sembarangan, terus jangan merokok. Biar alamnya tetap terjaga, supaya banyak wisatawan yang bisa datang ke sini," katanya.
Sementara itu, Lukman, salah seorang sopir jeep wisata Bromo, menyambut baik pembukaan kembali kawasan tersebut. Menurutnya, wisatawan mulai berdatangan dan pesanan jasa jeep kembali meningkat.
"Dibukanya Bromo sangat bagus sekarang. Semua tamu sudah berdatangan, sudah mulai ramai. Yang mau kunjungi Bromo, silakan," ujar Lukman.
Ia mengatakan, setelah kawasan wisata kembali dibuka, orderan jasa jeep mulai berdatangan. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi para pelaku usaha yang selama penutupan harus kehilangan aktivitas dan pendapatan.
"Alhamdulillah, dapat banyak orderan. Sudah masuk semua," katanya.
Meski kawasan wisata telah dinyatakan kembali dibuka, wisatawan tetap diimbau untuk berhati-hati dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Pengunjung juga diharapkan ikut menjaga kawasan Bromo agar kejadian kebakaran tidak kembali terjadi.
Pembukaan kembali Gunung Bromo menjadi momentum bagi sektor pariwisata untuk kembali bergerak. Tidak hanya wisatawan yang dapat menikmati keindahan alam Bromo, tetapi para sopir jeep, penyedia jasa wisata, pelaku usaha kuliner, penginapan, hingga masyarakat sekitar kembali mendapatkan sumber penghasilan dari geliat kunjungan wisata.
