TNBTS Selidiki Pendaki Terobos Puncak Semeru Saat Akses Ditutup

TNBTS Selidiki Pendaki Terobos Puncak Semeru Saat Akses Ditutup

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 20 Agu 2026 14:15 WIB
Pendaki yang pamer berhasil muncak di puncak Mahameru,. Semeru pada momen 17 Agustusan kearin.
Pendaki yang pamer berhasil muncak di puncak Mahameru,. Semeru pada momen 17 Agustusan kearin. (Foto: tangkapan layar)
Malang -

Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru dilanggar. Seorang pendaki diduga menerobos akses yang ditutup hingga ke puncak Mahameru di momen 17 Agustus 2026.

Adanya pendaki yang sampai ke puncak Mahameru diketahui dari sebuah video yang beredar di media sosial. Di dalam video, pemuda itu pamer sudah sampai di puncak dan mengibarkan bendera merah putih.

"Ini hari Senin tanggal 17 Agustus 2026, kami berkesempatan untuk mengibarkan bendera Merah Putih di atap tanah Jawa, puncak Mahameru Gunung Semeru 3676 mpdl," ucap pemuda itu dalam video yang beredar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan rasa bangga pemuda itu membawa bendera merah putih di tangan kanannya, dan menunjukkan papan Mahameru di tangan kirinya.

Pengambil video di hadapan pemuda itu juga menunjukkan kondisi sekeliling dari puncak Gunung Semeru. Tampak ada 3 pendaki lain yang tidak jauh dari titik pemuda itu berada.

ADVERTISEMENT

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) tengah melakukan penyelidikan terkait beredarnya video pendaki di puncak Semeru pada momen Agustusan itu.

"Masih dalam penelusuran," terang Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, Kamis (20/8/2026).

Endrip mengaku pihaknya juga belum mendapatkan informasi pasti mengenai adanya pendaki yang menerobos pelarangan akses yang telah ditetapkan.

"Belum ada informasi pasti," tegasnya.

Menurut Endrip, jalur pendakian Gunung Semeru sebelumnya hanya terbatas hingga Ranu Kumbolo. Pendakian hingga puncak ditutup karena status Gunung Semeru Level III Siaga.

"Pendakian hanya sampai Ranu Kumbolo saja," tuturnya.

Sekilas dilihat dari penampilannya, Endrip membantah bila pendaki mencapai puncak Gunung Semeru adalah petugas TNBTS ataupun Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).

"Bukan petugas maupun PPGST," tandasnya.

Sebelumnya, BB TNBTS bahkan masih menutup akses pendakian ke Ranu Kumbolo selama 12 hari sejak Jumat, 7 Agustus 2026 hingga Selasa, 18 Agustus 2026. Penutupan ini berkaitan dengan penghormatan pelaksanaan Hari Raya Adat Yadnya Karo 2026 yang digelar masyarakat Tengger.

Jalur pendakian ke Ranu Kumbolo baru dibuka kembali secara normal pada Rabu, 19 Agustus 2026 melalui sistem pendaftaran daring di laman resmi bromotenggersemeru.id. Tapi sekali lagi, pendakian Semeru tidak sampai ke puncak Mahameru.



(hil/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads