Penjelasan Pemkot Malang Soal Signage Kayutangan yang Hilang

Penjelasan Pemkot Malang Soal Signage Kayutangan yang Hilang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 18 Agu 2026 18:30 WIB
Signage Kayutangan Heritage raib
Signage Kayutangan Heritage raib (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bakal melakukan perbaikan total terhadap signage Kayutangan Heritage di bundaran Jalan Basuki Rahmat. Pembongkaran total ini terpaksa dilakukan usai signage ikonik tersebut mengalami kerusakan parah.

Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengevaluasi dan mencari model signage baru yang jauh lebih kokoh agar tidak mudah rusak di kemudian hari.

"Ini masih mencoba mungkin ada model yang lain yang lebih kuat. Karena kemarin itu memang gampang rusak," kata Raymond kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konstruksi signage lama diakui sangat rentan terhadap kerusakan. Sebelum akhirnya dilepas total, beberapa huruf pada tulisan tersebut sudah berulang kali mengalami kerusakan.

Kerusakan terakhir terjadi pada empat huruf akibat imbas konvoi suporter Arema, hingga akhirnya petugas mengamankan seluruh sisa komponen signage.

ADVERTISEMENT

Raymond menegaskan, signage Kayutangan Heritage bakal kembali dipasang di titik awal setelah seluruh proses perbaikan serta penentuan desain baru rampung.

"Dilepas semua, nanti setelah diperbaiki baru dipasang lagi," jelasnya.

Kondisi bundaran di kawasan Kayutangan Heritage kini tampak lengang tanpa dihiasi pendar lampu maupun huruf hiasan yang biasanya menjadi spot foto favorit para wisatawan.

Di area bundaran tersebut, hanya terpasang bendera merah putih dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sementara mengenai tenggat waktu penyelesaian, DLH Kota Malang belum bisa memastikan tanggal pasti pemasangan kembali.

Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, sehingga opsi pembiayaan melalui jalur perawatan rutin atau pengadaan baru masih terus dikaji.

"Saya belum bisa memastikan selesai kapan. Karena anggaran tidak ada, kita coba apa bisa lewat perawatan atau harus baru. Kita lepas dulu semua sambil evaluasi mana yang bagus dan kuat," ujar Raymond.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads