Wisatawan kini kembali dapat menikmati panorama Gunung Bromo dari wilayah Kabupaten Probolinggo. Akses menuju Puncak Seruni Point atau Jembatan Kaca resmi dibuka kembali mulai Sabtu (15/8/2026) pukul 00.01 WIB. Pembukaan jalur wisata ini dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo dipastikan telah padam.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menjelaskan bahwa keputusan pembukaan kembali kawasan wisata mengacu pada Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 000/184/426.117/2026 tertanggal 12 Agustus 2026.
"Walaupun sudah di buka Puncak Seruni Point, namun wisatawan dihimbau jangan naik ke Puncak Seruni Point, dan hanya boleh di bawah sekitar area Seruni Point," tegas Heri, Sabtu (15/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meminta seluruh pengunjung mematuhi arahan petugas di lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya kondisi yang berisiko bagi wisatawan.
Selain Puncak Seruni Point, destinasi Bromo Sky Bridge atau Jembatan Kaca juga mulai dipersiapkan untuk kembali beroperasi. Fasilitas tersebut sebelumnya ditutup sementara sejak Kamis (13/8).
"Selain Seruni Point, destinasi Bromo Sky Bridge atau Jembatan Kaca juga mulai dipersiapkan untuk kembali beroperasi. Fasilitas tersebut sebelumnya ditutup sementara sejak Kamis (13/8) kemarin," tambah Heri.
Sebelum kembali dibuka, pengelola melakukan pembersihan menyeluruh atau general cleaning. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas tetap dalam kondisi layak dan aman bagi pengunjung.
Senior Manager Bromo Sky Bridge, Bambang Heriwahjudi, mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo.
"Kondisi kawasan setelah api berhasil dipadamkan jauh lebih kondusif. Tim juga memastikan tidak lagi terlihat kepulan asap dari lokasi terdampak," ujar Bambang.
Penanganan kebakaran sebelumnya melibatkan sejumlah pihak, di antaranya TNI, Polri, BNPB, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kementerian PUPR, relawan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, serta BPBD Kabupaten Probolinggo.
Bambang juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh pihak yang turut membantu proses pemadaman hingga kawasan dinyatakan aman. Setelah proses pembersihan selesai, Jembatan Kaca pun dinyatakan siap kembali dilalui wisatawan.
"Meski kebakaran telah dinyatakan padam pada Jumat (14/8/2026), upaya pemantauan masih terus dilakukan. BPBD Kabupaten Probolinggo tetap menempatkan personel di kawasan terdampak guna mengantisipasi kemungkinan munculnya bara atau titik api baru," kata Bambang.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan bahwa pemantauan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (16/8/2026). Pengawasan dilakukan melalui patroli bersama dan pemantauan menggunakan drone.
"Kami bersama semua pihak terus memantau dan berpatroli, agar api tidak kembali nyala, dan semoga api terus padam, agar aktifitas perekonomian dan wisatawan bisa kembali normal," ujar Oemar.
Meski Puncak Seruni Point dan Jembatan Kaca telah dibuka kembali, Dispoparekraf Kabupaten Probolinggo tetap mengimbau wisatawan untuk sementara waktu tidak naik ke area puncak Seruni Point.
Pengunjung juga diimbau untuk tetap menjaga keselamatan, mengikuti aturan kunjungan, serta mematuhi setiap arahan petugas selama berada di kawasan wisata.
(ihc/ihc)
