Kebakaran Bromo Terus Meluas, Lahan Terbakar Diperkirakan 10 Hektare

Kebakaran Bromo Terus Meluas, Lahan Terbakar Diperkirakan 10 Hektare

M Rofiq - detikJatim
Rabu, 05 Agu 2026 12:45 WIB
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api kebakaran hutan di Bromo.
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api kebakaran hutan di Bromo. (Foto: Istimewa)
Probolinggo -

Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Setelah merembet dari Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang kobaran api kini mendominasi kawasan Blok Watu Gede, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah melebihi 10 hektare. Luasan itu dipastikan bertambah karena hingga Rabu (5/8/2026) api masih terus bergerak ke bagian bawah perbukitan.

"Sampai kemarin sekitar pukul 17.00 WIB luas lahan yang terbakar sudah sekitar 10 hektare. Sekarang pasti sudah lebih karena api terus bergerak ke arah bawah bukit di Blok Watu Gede," kata Oemar Sjarief, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Oemar, titik kebakaran saat ini terkonsentrasi di kawasan pertengahan Blok Bantengan hingga Blok Watu Gede. Sementara itu, kawasan wisata Bukit Teletubbies maupun Savana utama Bromo masih dalam kondisi aman.

"Teletubbies masih aman. Yang terbakar itu savana di bagian pinggir arah Watu Gede dan mengarah ke Malang, bukan Savana utama yang berada di tengah. Api terbesar sekarang memang berada di wilayah Watu Gede," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Untuk mencegah kobaran api semakin meluas, petugas gabungan terus melakukan pemadaman secara manual di sekitar Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak merambat ke kawasan wisata yang menjadi ikon Gunung Bromo.

Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Selain menghadapi medan yang curam dan angin kencang peralatan manual yang dipakai petugas juga banyak yang mengalami kerusakan karena digunakan tanpa henti sejak awal kebakaran.

"Alat kepyok yang digunakan untuk memadamkan api sebagian besar sudah rusak karena dipakai terus-menerus. Sebagai alternatif, petugas menggunakan ranting-ranting pohon untuk memukul kobaran api agar tidak terus merambat," jelas Oemar.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat petugas gabungan di lapangan tidak surut. Personel dari BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Provinsi Jawa Timur, Balai Besar TNBTS, Perhutani, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat terus berjibaku melakukan pemadaman dan membuat sekat api di sejumlah titik.

Hingga Rabu siang, kobaran api masih terlihat di beberapa titik di Blok Watu Gede. Petugas terus memusatkan upaya pemadaman di lokasi tersebut karena menjadi titik kebakaran terbesar sekaligus untuk memastikan api tidak merambat ke kawasan Bukit Teletubbies maupun Savana utama Gunung Bromo.



(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads