Amuk Si Jago Merah Hanguskan Hampir 8 Hektare Kawasan Bromo

Round Up

Amuk Si Jago Merah Hanguskan Hampir 8 Hektare Kawasan Bromo

Amir Baihaqi - detikJatim
Rabu, 05 Agu 2026 07:45 WIB
Foto udara sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata melalui pintu masuk Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro untuk mendukung penanganan kebakaran hutan serta menjamin keselamatan pengunjung, sementara akses melalui pintu masuk Cemoro Lawang dan Wonokitri tetap dibuka hingga kawasan Lautan Pasir. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Foto udara sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Probolinggo -

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengalami kebakaran hebat Senin (3/8), pukul 17.00 WIB. Akibatnya, pihak pengelola sempat menutup sementara akses masuk ke kawasan wisata karena kobaran api.

Langkah penutupan sebagian akses ini ditujukan untuk mendukung kelancaran proses pemadaman api di lapangan sekaligus menjamin keselamatan serta keamanan para wisatawan yang berkunjung.

Berdasarkan pengumuman resmi Nomor: PG.17/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026, akses masuk kunjungan wisata Bromo melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), serta pintu Senduro (Kabupaten Lumajang) ditutup total untuk umum. Penutupan ini berlaku sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penutupan diberlakukan sejak Senin tanggal 3 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan," ujar Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, kawasan wisata Gunung Bromo tidak sepenuhnya ditutup. Wisatawan masih diperbolehkan masuk melalui pintu Cemoro Lawang (Kabupaten Probolinggo) dan pintu Wonokitri (Kabupaten Pasuruan).

ADVERTISEMENT

Area yang diizinkan untuk dikunjungi terbatas pada Lautan Pasir, sementara area Savana dinyatakan tertutup rapat bagi pengunjung. Meski demikian, seluruh pihak diimbau bersinergi menjaga kawasan taman nasional dari potensi kebakaran lanjutan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata agar menjaga Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama," ujar Rudijanta.

TNBTS terus berkoordinasi dengan tim gabungan di lapangan guna melokalisir serta memadamkan titik api di Blok Bantengan agar aktivitas pariwisata dapat kembali berjalan normal secara menyeluruh.

Kebakaran hutan di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, terus meluas. Pada Selasa (4/8/2026) pagi, kobaran api dilaporkan telah menjalar hingga kawasan Blok Watu Gede, dan mendekati perbatasan wilayah Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, api terus bergerak dari bawah menuju puncak perbukitan. Kondisi angin yang bertiup cukup kencang membuat kobaran api semakin cepat membesar dan memperluas area yang terbakar.

Meski telah mendekati perbatasan, hingga Selasa pagi, kobaran api dilaporkan belum masuk ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Namun, petugas terus meningkatkan kewaspadaan karena arah angin berpotensi membawa api ke kawasan Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies yang berada di sisi Kabupaten Probolinggo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan pihaknya bersama tim gabungan telah melakukan pemantauan sejak Senin malam. Hingga saat ini seluruh personel masih berjibaku memadamkan api sekaligus mengisolasi titik-titik kebakaran agar tidak terus merambat.

"Info tadi dari anggota, api hampir mendekati wilayah Kabupaten Probolinggo, cuma belum masuk. Api dari atas ke bawah didorong angin yang cukup kencang sehingga kobaran terus membesar. Kami melakukan pengisoliran api dan mencegah rambatan agar kebakaran tidak terus meluas," tegas Oemar.

Oemar menambahkan kobaran api yang sempat mendekati wilayah Probolinggo kemudian berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih bertahan di lokasi karena titik api lain masih aktif.

"Sudah padam untuk yang mengarah ke wilayah Kabupaten Probolinggo dekat titik wilayah kami. Tetapi personel masih melakukan pemadaman karena api di lokasi lain masih menyala dan merembet ke arah timur," kata Oemar kepada detikJatim.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Probolinggo, api mulai masuk ke wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, sekitar pukul 08.20 WIB. Personel kemudian melakukan pemadaman di jalur Blok Bantengan hingga Pusung Jantur.

Data sementara menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 7,9 hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring pendataan di lapangan.

Petugas memadamkan api menggunakan peralatan manual berupa kepyok dan backpack sprayer. Medan yang curam membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan dengan cepat.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads