Viral Peserta Tur Korea Selatan Asal Madiun Diduga Kabur dari Rombongan

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 17 Jul 2026 19:20 WIB
Femas peserta tur ke Korea Selatan asal Madiun yang diduga kabur dari rombongan. (Foto: tangkapan layar)
Sidoarjo -

Kisah seorang peserta tur asal Madiun bernama Femas yang diduga kabur saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan viral di media sosial. Bahkan pihak travel mengaku harus menanggung denda hingga Rp 125 juta.

Unggahan itu dibagikan oleh akun Threads @sarjanabackpacker. Untuk mengutip kiriman itu, detikJatim telah mendapat izin dari pemilik akun.

Disebutkan dalam unggahan yang viral itu pihak travel mengaku peristiwa itu menjadi pukulan berat sejak mereka menjalankan usaha perjalanan wisata.

"Jujur, ini adalah postingan yang paling berat selama kami membangun travel. Bertahun-tahun kami jaga nama baik. Membangun kepercayaan. Mengurus ribuan peserta agar bisa liburan dengan tenang. Rusak karena satu orang," tulis unggahan itu dilihat detikJatim, Jumat (17/7/2026).

Peserta yang disebut berasal dari Madiun itu awalnya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Bahkan, tour leader disebut sekamar dengan peserta tersebut selama perjalanan.

"Beliau pendiam. Tour Leader satu kamar dengannya. Diajak ngobrol. Diajak makan. Diajak jalan. Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan. Semuanya terlihat normal," ungkapnya.

Namun, situasi berubah saat peserta tersebut berkata hendak melihat-lihat sepatu di Myeongdong, tetapi tak pernah kembali ke hotel.

"Sampai malam itu... beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang. Tidak pernah kembali ke hotel. Tidak pernah menjawab telepon. Tidak pernah membalas WhatsApp. Tidak pernah memberi kabar," lanjut unggahan tersebut.

Pihak travel pun mengaku telah berupaya mencari peserta itu selama beberapa hari, mulai menghubungi berkali-kali, menyisir lokasi terakhir, hingga melapor kepada pihak berwenang di Korea Selatan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Akibat kejadian itu, travel mengaku harus menanggung denda hingga Rp 125 juta. Mereka juga khawatir insiden tersebut berdampak pada hal-hal lain di masa mendatang.

"Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea. Kami yang harus menghadapi risiko denda. Dan peserta lain yang sama sekali tidak tahu apa-apa ikut terkena dampaknya," tuturnya.

Pihaknya pun meminta peserta itu kembali ke Indonesia dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil.

"Pulanglah ke Indonesia. Hadapi masalah ini dengan baik. Jangan biarkan begitu banyak orang menanggung akibat dari keputusanmu. Satu keputusanmu bisa menghancurkan perjuangan bertahun-tahun yang kami bangun," tutup unggahan tersebut.



Simak Video "Video Banjir Rob Rendam 4 Desa di Pesisir Sedati Sidoarjo"

(auh/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork